Bisnis chip Samsung mencatat laba operasional rekor pada kuartal pertama 2026.
Angka itu diprediksi terus meningkat seiring banyaknya pembeli chip global yang beralih ke Samsung Electronics untuk memproduksi chip masa depan.
>>> Honor Watch 6 Resmi: Baterai 980mAh dalam Bodip Tipis 10,8mm
Menurut laporan Nikkei Asia, daftar klien baru Samsung mencakup raksasa teknologi seperti AMD, Google, NVIDIA-backed Groq, Tesla, dan BYD.
Mereka ingin mendiversifikasi produksi chip karena permintaan melonjak melampaui kapasitas TSMC.
AMD dan Google Perluas Kerja Sama dengan Samsung
AMD dikabarkan tengah berdiskusi dengan Samsung untuk memproduksi CPU generasi mendatang mulai 2028.
Google juga dilaporkan memperluas kerja sama dengan Samsung untuk memproduksi prosesor Axion generasi berikutnya yang rencananya diluncurkan sekitar 2028.
Google bahkan telah meminta Samsung untuk memproduksi sebagian Tensor Processing Units (TPU) untuk beban kerja komputasi AI mulai 2028.
BYD, produsen kendaraan listrik terbesar dunia, juga berdiskusi dengan Samsung untuk chip mengemudi otonom generasi berikutnya.
Tesla telah mengonfirmasi bahwa chip AI6 generasi terbaru mereka akan diproduksi di fasilitas Samsung di Texas.
Groq yang didukung NVIDIA, pengembang unit pemrosesan bahasa, sudah menggunakan foundry Samsung dan kemungkinan akan menggunakannya untuk chip AI khusus versi terbaru.
>>> Samsung Galaxy A27 vs Oppo A6: Perbandingan Layar, Baterai, Kamera, dan Performa
Strategi Dual-Sourcing Dorong Permintaan ke Samsung
Samsung mengalami lonjakan permintaan manufaktur dari klien lama dan baru. Perusahaan mengadopsi strategi dual-sourcing dengan membagi pesanan antara TSMC dan Samsung untuk mengurangi risiko rantai pasok.
Dengan raksasa teknologi seperti Google, Tesla, BYD, dan AMD yang agresif mengamankan sisa kapasitas TSMC, perusahaan kecil tidak punya pilihan selain mencari alternatif.
