OnePlus mengambil pendekatan berbeda dengan seri terbarunya, OnePlus N6.
Alih-alih mengikuti tren kamera AI atau chipset gaming, perusahaan asal Tiongkok ini memilih daya tahan baterai sebagai fitur utama.
>>> Bayi Ajaib Pembawa Harta: Dracin Ibu Tunggal Coba Ubah Nasib
Baterai 8.000 mAh menjadi andalan OnePlus N6.
Perusahaan mengklaim ponsel ini mampu bertahan hingga tiga hari dalam penggunaan normal, dengan kesehatan baterai optimal hingga tujuh tahun.
Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan pengguna di segmen menengah ke bawah, terutama di pasar seperti India.
Banyak konsumen lebih mementingkan keandalan harian dibanding fitur mewah yang jarang digunakan.
>>> Pengiriman Smartphone Global 2026 Diprediksi Turun 15 Persen Akibat Lonjakan Harga Chip
Spesifikasi dan Target Pasar
OnePlus N6 dibanderol sekitar Rp3–4,2 juta (₹18.000–25.000). Ponsel ini diposisikan di bawah lini Nord, namun tetap mengusung merek OnePlus.
Desainnya mengusung layar datar dengan punch-hole di tengah dan modul kamera persegi. OnePlus sengaja tidak bereksperimen dengan bentuk untuk menekan biaya produksi.
Fokus utama tetap pada daya tahan dan keandalan.
OnePlus membaca tren bahwa pengguna tidak selalu membutuhkan ponsel untuk gaming berat atau editing video, melainkan perangkat yang bisa digunakan seharian tanpa khawatir kehabisan baterai.
>>> ASUS Pilih Produksi Laptop Gaming di India, Bukan Indonesia
Dengan strategi ini, OnePlus N6 diharapkan mampu bersaing di segmen smartphone budget yang selama ini didominasi perlombaan spesifikasi seperti kamera 108MP atau refresh rate 120Hz.
