Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa Apple dan Intel telah sepakat untuk merancang dan memproduksi chip bagi perusahaan asal Cupertino tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya.
>>> vivo Konfirmasi Kapasitas Baterai dan Ketahanan X Fold6
Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua perusahaan, klaim ini memperkuat rumor sebelumnya bahwa Apple akan kembali melibatkan Intel dalam rantai pasoknya.
Keuntungan bagi Apple dan Intel
Kemitraan ini memberikan sejumlah manfaat.
Apple dapat mendiversifikasi rantai pasok chip untuk iPhone, Mac, dan iPad yang saat ini sangat bergantung pada TSMC.
TSMC sendiri tengah berada di bawah tekanan berat karena kapasitas produksinya tidak mampu memenuhi permintaan chip dari sektor AI.
Akibatnya, Apple harus bersaing dengan Nvidia dan AMD untuk mendapatkan jatah produksi.
>>> Honor Watch 6 Resmi Meluncur Global dengan Layar AMOLED 3.000 nits
Bagi Intel, kerja sama ini menjamin permintaan stabil dari Apple. Ini menjadi kemenangan penting setelah beberapa tahun terakhir mengalami berbagai kemunduran.
Namun, Intel belakangan menunjukkan perkembangan positif. Perusahaan ini baru saja mengumumkan teknologi manufaktur 18A dan permintaan CPU-nya terus meningkat.
Dampak bagi Pemerintah AS
Kesepakatan ini juga menjadi kemenangan bagi pemerintahan AS saat ini. Dengan memproduksi chip di dalam negeri, tercipta lebih banyak lapangan kerja dan investasi.
Yang lebih penting, langkah ini mengurangi ketergantungan pada China dan Taiwan. Pemerintah AS telah menjanjikan investasi sebesar $10 miliar untuk Intel guna mendorong produksi domestik.
>>> Spesifikasi Honor X80 Pro Max Bocor Lewat Listing China Telecom
Selain itu, AS juga berupaya mengamankan pasokan mineral kritis dan semikonduktor untuk rantai pasok nasional.
