Qualcomm dilaporkan sedang menguji dua versi chipset flagship terbaru untuk Android. Keduanya akan diproduksi dengan proses 2nm milik TSMC.
Varian standar mendukung memori LPDDR5X, sementara varian Pro yang lebih tinggi menggunakan LPDDR6 yang lebih cepat. Kedua versi memiliki kecepatan clock inti yang sama.
>>> Nothing Beri Kode '(b)' Setelah Batalkan CMF Phone 3 Pro
Varian Pro juga mendukung penyimpanan UFS 5.0, memberikan performa yang sangat tinggi. Chipset ini diprediksi menjadi SoC Android 2nm paling kuat sejauh ini.
Target pasar utamanya adalah ponsel flagship kelas "Ultra" yang akan rilis pada 2027. Proses 2nm diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam performa dan efisiensi baterai.
Strategi Dua Varian
Harga menjadi pertimbangan utama. Varian Pro diperkirakan berharga lebih dari 300 dolar AS per unit bagi produsen.
Dengan pendekatan fleksibel ini, merek dapat memilih varian LPDDR5X yang lebih terjangkau untuk flagship yang lebih murah, atau LPDDR6 untuk bandwidth maksimal dan performa AI on-device yang lebih baik.
Diagram blok awal menunjukkan tata letak kelas atas dengan GPU yang lebih kuat, kemungkinan Adreno 850 pada varian Pro.
>>> Portronics Luncurkan Power Bank Aero 10 dengan Kabel USB-C Terintegrasi
Performa multi-core juga diklaim solid.
Kemungkinan akan ada versi binned dengan konfigurasi CPU 7-inti untuk titik harga berbeda. Strategi dua varian ini dianggap sebagai respons cerdas terhadap kenaikan biaya di segmen premium.
Varian LPDDR6 akan menyasar pembeli kelas atas, sementara varian LPDDR5X dapat memberikan pengalaman near-flagship ke audiens yang lebih luas.
Detail resmi diperkirakan akan diumumkan pada akhir 2026.
>>> Redmi Turbo 5 Resmi Dijual di India, Harga Mulai Rp7,6 Jutaan
Jika rumor ini benar, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menjadi andalan ponsel Android kelas atas berikutnya, menyeimbangkan kekuatan mentah dengan realitas biaya produksi.