unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Hiburan Krisis Megabox Picu Kekhawatiran Masa Depan Bioskop Korea

Krisis Megabox Picu Kekhawatiran Masa Depan Bioskop Korea

Krisis Megabox Picu Kekhawatiran Masa Depan Bioskop Korea
Seorang pejalan kaki berjalan melewati bioskop Megabox di Seoul
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Krisis keuangan yang melanda Megabox JoongAng memicu kekhawatiran di industri film Korea. Para pembuat film dan distributor memperingatkan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada satu jaringan bioskop.

Megabox merupakan salah satu dari tiga operator multiplex utama di Korea Selatan. Melalui divisi Plus M Entertainment, perusahaan ini juga menjadi pemain kunci dalam investasi dan distribusi film.

>>> Jin Ki-joo Respons Kritik Penampilannya di Teach You a Lesson

alt top

Pada 12 Juni lalu, Megabox JoongAng bersama lima afiliasi JoongAng Group mengajukan restrukturisasi perusahaan ke Pengadilan Kebangkrutan Seoul.

Langkah ini terjadi beberapa hari setelah JTBC, stasiun televisi utama grup tersebut, menyatakan gagal bayar utang sebesar 20,6 miliar won (sekitar Rp 240 miliar).

Meskipun bioskop Megabox masih beroperasi normal, pengajuan tersebut mengguncang industri.

alt mid

Selama lebih dari dua dekade, Megabox berdiri sejajar dengan CGV dan Lotte Cinema sebagai tiga jaringan multiplex utama Korea.

Perusahaan juga tengah mempersiapkan perilisan film "Hope" pada Juli mendatang, film fiksi ilmiah thriller garapan sutradara Na Hong-jin yang sangat dinantikan.

Dampak pada Ekosistem Film

Seorang pejabat dari sebuah perusahaan film lokal yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Jika Megabox mengalami kesulitan serius, dampaknya tidak akan berhenti di bioskop."

"Distributor, perusahaan produksi, perusahaan pemasaran, dan bahkan kru film semuanya bisa terpengaruh. Seluruh ekosistem saling terhubung," tambahnya.

Salah satu kekhawatiran langsung adalah pembayaran penyelesaian antara bioskop dan distributor.

Pejabat lain mengungkapkan kecemasan apakah distributor dan produser akan terus menerima pembayaran tepat waktu seiring berjalannya proses pengadilan.

"Ada banyak ketidakpastian di industri saat ini. Orang-orang khawatir apakah pembayaran akan berjalan normal dan apakah proyek masa depan akan terpengaruh," ujarnya.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru