Program Nuklir Iran Jadi Sorotan
Kesepakatan yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian memungkinkan Iran menjual minyaknya secara bebas dan mengakses miliaran dolar aset yang dibekukan.
Kesepakatan itu juga mewajibkan Iran untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya tinggi. Namun, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah mundur dari haknya untuk memperkaya uranium.
Trump, dalam wawancara dengan Fox News, memperingatkan presiden Iran untuk berhati-hati dengan pernyataannya dan mengancam akan mengambil alih Iran.
Kontroversi Seputar Kesepakatan
Kesepakatan ini menuai kritik dari kalangan garis keras Partai Republik yang menyamakannya dengan perjanjian nuklir era Obama.
Vance dijadwalkan berada di Swiss selama satu atau dua hari, sementara negosiasi rinci akan dipimpin oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Kesepakatan tersebut juga mengatur bahwa kapal dagang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari, namun tidak menutup kemungkinan Iran mengenakan biaya di masa depan.
Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tol AS jika tidak ada kesepakatan dengan Iran dalam 60 hari, dengan alasan "jasa yang diberikan sebagai malaikat pelindung negara-negara Timur Tengah".
>>> Gangguan Penerbangan di Zurich Akibat Zona Terbatas untuk Perundingan Iran-AS
Pasar minyak dunia diperkirakan akan memantau perkembangan perundingan dengan ketat setelah harga minyak berjangka turun hampir 8% pasca pengumuman kesepakatan.