Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (22/6) menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan "selama diperlukan" untuk melindungi warga di wilayah utara Israel.
"Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi warga utara yang kami cintai dan seluruh warga Israel...
Tidak ada yang akan mengubah komitmen itu," kata Netanyahu dalam pidato di KTT Kebijakan Internasional JNS (Jerusalem News Syndicate) di Yerusalem.
Netanyahu juga berjanji untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. "Saya tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
Selama saya menjabat sebagai perdana menteri Israel, itu tidak akan terjadi," tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Netanyahu mengulangi bahwa perang di Timur Tengah telah mencapai tujuan utama Israel, yaitu mencegah Iran memiliki bom atom.
"Kami mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kami, dan hari ini mereka akan memiliki bom atom untuk melakukannya.
Kami mencegah itu terjadi," ujarnya.
Netanyahu menyebut kampanye bersama AS-Israel telah memberikan pukulan telak terhadap Garda Revolusi Iran, yang mungkin tidak akan pulih dalam waktu lama.
"Sekali Anda memberikan pukulan-pukulan ini dan ketika keretakan antara rezim dan rakyat begitu dalam, Anda tidak bisa mengatakan kapan rezim seperti itu akan jatuh.
>>> Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Menurun Drastis Setelah Iran Tutup Kembali Perairan
Saya pikir kami menciptakan kondisi untuk kejatuhannya," katanya.
Ia juga mengatakan pasukan Israel menargetkan "teroris Hizbullah" di Lebanon sambil berupaya menjaga korban sipil tetap rendah.
Netanyahu mengklaim rasio korban di Lebanon adalah lima banding satu, artinya lima teroris tewas untuk setiap satu warga sipil yang terluka.