unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump: AS dan Israel Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran

Trump: AS dan Israel Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran

Trump: AS dan Israel Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran
Ilustrasi: Trump Klaim Sekutu Timur Tengah Capai Kesepakatan Akhiri Perang Iran
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel sepakat untuk menunda serangan baru ke Iran, dengan syarat kesepakatan untuk mengakhiri konflik dapat segera dicapai.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Sabtu, di tengah kekhawatiran eskalasi setelah ia mengancam akan menghantam Iran 'sangat keras' dan dilaporkan mempertimbangkan serangan berat baru, termasuk terhadap infrastruktur energi.

>>> Bapanas Tugaskan Bulog Salurkan Bantuan Beras Tahap Dua untuk 33,24 Juta Penerima

CBS News melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel merencanakan serangan bersama, mungkin sepanjang akhir pekan, dengan kilang minyak dan pembangkit listrik sebagai target potensial.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, 'AS dalam keadaan siap dan akan melawan Republik Islam Iran, dengan tingkat Teror Militer, Kekuatan, dan Kekuasaan yang belum terlihat sejak Perang Dunia II.'

Namun, ia mengatakan akan menahan diri untuk saat ini. 'Meskipun demikian, kami baru saja diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk menahan serangan,' tulisnya.

'Berdasarkan permintaan ini, saya setuju, demi kebaikan DUNIA dan juga kelangsungan hidup Iran yang sukses dan sejahtera, untuk membatalkan serangan, dengan syarat dapat segera membuat KESEPAKATAN,' lanjut Trump.

Trump mengatakan kesepakatan itu harus mencakup 'PEMBUKAAN SELAT HORMUZ SECARA SEGERA, LENGKAP, DAN TOTAL, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran.'

>>> BGN Suspend SPPG Karangturi Usai Kasus Keracunan MBG di Semarang

'Negara Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Bekerjalah, semuanya, dan selesaikan,' tambahnya.

Konflik yang berlangsung lebih dari lima bulan ini dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Belakangan, serangan balasan kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada Sabtu untuk menyampaikan kekhawatirannya tentang rencana serangan, menurut Axios yang mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Salah satu sumber yang mengetahui panggilan tersebut mengatakan kepada Axios bahwa putra mahkota Saudi 'mendesak Trump untuk meredakan ketegangan dan menahan diri dari meluncurkan serangan.'

>>> Penembakan di Restoran In-N-Out Burger Idaho Tewaskan Beberapa Orang

Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar mengenai laporan tersebut.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot