Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan pemberhentian sementara (suspend) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMK Negeri 6 Semarang.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan dugaan keracunan yang dialami 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang usai mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (31/7).
>>> Penembakan di Restoran In-N-Out Burger Idaho Tewaskan Beberapa Orang
Mayoritas korban mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.
"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan.
Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam, dan ke atas ini kami beri peringatan," kata Sudaryono setelah mengunjungi para korban di rumah sakit, seperti dikutip dari siaran pers BGN, Minggu (2/8/2026).
>>> Kisah Migran yang Nekat Berenang ke Ceuta demi Kehidupan Baru di Eropa
Dari hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, serta waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.
"Sejauh ini, investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya, ada daun singkong, ada bumbu rendang, dan lain-lain.
Kita lagi cek, minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja begitu untuk sampai pada hasilnya.
>>> Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru
Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," lanjut Sudaryono.
