Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negara-negara yang dianggap tidak membantu harus mereimburse Amerika Serikat setelah perang Iran berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin, saat AS berupaya mendapatkan kerja sama internasional untuk memulihkan jalur pelayaran bebas dan aman di Selat Hormuz.
Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa minyak mengalir melalui Selat Hormuz.
Ia menyebut negara-negara di dunia yang sama sekali tidak membantu AS harus dan akan mereimburse Amerika Serikat ketika konflik yang ia sebut sebagai skema itu berakhir.
Trump juga menegaskan AS melakukan upaya tersebut lebih untuk kepentingan pihak lain dibandingkan untuk dirinya sendiri, dan hal itu telah berlangsung selama beberapa generasi.
Dalam unggahan itu, Trump tidak menyebut nama negara tertentu secara spesifik.
Korea Selatan dan Selat Hormuz
Isu ini muncul ketika Seoul masih mempertimbangkan apakah akan mengerahkan aset militernya untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi minyak, gas alam, pupuk, dan berbagai komoditas lain yang menurut laporan efektif tersumbat selama perang.
Pada April, Trump secara khusus menyoroti Korea Selatan dengan menilai sekutu Asia itu tidak membantu AS.
Ia menyinggung keberadaan tentara Washington di Korea Selatan yang ditempatkan dalam posisi berbahaya, serta letak negara itu yang disebutnya tepat di sebelah gudang nuklir Korea Utara.