unique visitors counter
⌂ Beranda News House AS Kembali Loloskan Resolusi Akhiri Perang Iran, Ini Rincian Votingnya
News

House AS Kembali Loloskan Resolusi Akhiri Perang Iran, Ini Rincian Votingnya

Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington DC
House AS Kembali Loloskan Resolusi Akhiri Perang Iran, Ini Rincian Votingnya
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

House AS kembali meloloskan resolusi war powers untuk mengakhiri perang di Iran. Voting berlangsung 220-204, dengan sejumlah anggota Partai Republikan bergabung bersama mayoritas Demokrat.

Resolusi ini bertujuan menghentikan kemampuan Presiden Donald Trump melanjutkan aksi militer tanpa persetujuan Kongres. Ini adalah kali ketiga House mengambil langkah serupa.

Namun, resolusi tersebut belum sampai ke meja presiden. Trump hampir pasti akan memvetonya jika resolusi itu tiba di mejanya.

Perdebatan di Kongres

Anggota Kongres Seth Moulton dari Massachusetts mendorong resolusi ini. Ia pernah bertugas sebagai Marinir selama perang Irak.

Moulton mempertanyakan janji Trump bahwa perang hanya akan berlangsung beberapa minggu. Menurutnya, sudah waktunya Kongres mengajukan pertanyaan sulit sesuai amanat Konstitusi.

Ketua Komite Luar Negeri House, Brian Mast dari Florida, mempertanyakan sumber daya militer mana yang ingin dihapus Demokrat dari kawasan.

Ia menilai Iran masih menjadi ancaman.

Mast menyatakan Trump menentang perang tanpa akhir dan sedang mengakhirinya. Ia menyebut Iran sebagai ancaman yang terus berlanjut bagi Amerika Serikat.

Dampak Politik dan Ekonomi

Voting ini kemungkinan menjadi yang terakhir di House terkait perang Iran sebelum pemilu tengah masa jabatan. Konflik luar negeri berperan besar dalam kampanye politik.

Perang yang diluncurkan Trump pada 28 Februari telah berlangsung hampir tujuh bulan. Serangan rudal mematikan silih berganti dan menimbulkan kekacauan di kawasan.

Para anggota parlemen akan pulang akhir pekan ini untuk berkampanye hampir penuh waktu. Kurang dari 50 hari tersisa sebelum pemilu yang menentukan kendali Kongres.

Pemilih menghadapi harga tinggi, terutama bahan bakar di pompa bensin. Konflik mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz yang vital.

📰 Update Terbaru