Congressional Budget Office menyebut perang telah menelan biaya lebih dari 38 miliar dolar AS per 1 Agustus. Biaya diproyeksikan mencapai 2 hingga 3 miliar dolar AS per bulan.
Kantor anggaran itu juga memproyeksikan inflasi akan 0,5 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan menuju 2027 akibat perang.
Trump sendiri berjanji tidak melibatkan AS dalam perang luar negeri saat memenangkan masa jabatan kedua.
Sebagian besar warga Amerika menilai perang di Iran tidak layak diperjuangkan. Hal itu menurut jajak pendapat AP-NORC pada Juli.
Kongres telah berulang kali mencoba mengubah arah perang melawan Iran. Namun upaya membatasi aksi militer pemerintahan Trump tetap sulit selama presiden mampu menolak atau memveto resolusi.
House pertama kali menyetujui resolusi war powers pada Juni, lalu diikuti resolusi lain pada Juli. Semuanya bertujuan menghentikan aksi AS di Iran.
Senat pada percobaan ke-10 juga menyetujui resolusi war powers untuk mengakhiri konflik.
Namun senator Partai Republik dengan cepat berbalik arah keesokan harinya setelah Trump menegur mereka dalam makan siang tertutup.
Konstitusi memberi Kongres wewenang menyatakan perang, tetapi juga memberi presiden wewenang sebagai panglima tertinggi untuk melakukan beberapa aksi militer.
War powers act dibuat setelah konflik Vietnam untuk membatasi waktu kekuasaan presiden.
Ketua House Mike Johnson mengakui perlunya menurunkan harga bensin. Namun ia yakin konflik Iran memasuki fase baru saat sekutu membantu menstabilkan kawasan.
Johnson mengatakan Trump memperkirakan perubahan itu terjadi setelah pemilu. Ia menambahkan, 'Saya ingin itu terjadi hari ini.'