Industri musik internasional kembali dihebohkan dengan persilangan antara panggung hiburan dan isu geopolitik. Tur konser raksasa "The Loop" milik Ed Sheeran kini tengah berada di tengah badai kontroversi.
Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, secara sepihak dicoret dari daftar penampil setelah dengan lantang menyerukan "Free Palestine" dari atas panggung. Buntutnya? Efek domino terjadi. Sejumlah musisi bintang tamu lainnya memilih mundur secara massal sebagai bentuk solidaritas.
Kini, setelah beberapa hari bungkam dan menjadi buah bibir di berbagai portal berita, Ed Sheeran akhirnya buka suara. Pelantun Thinking Out Loud ini memberikan klarifikasi panjang lebar mengenai posisinya di tengah konflik yang menimpa tur miliknya sendiri.
Efek Domino: Finneas hingga Lukas Graham Ikut Mundur
Keputusan manajemen tur untuk mengeluarkan Macklemore bukanlah akhir dari masalah. Aksi solidaritas justru meledak di kalangan sesama musisi.
Finneas O'Connell (kakak sekaligus produser Billie Eilish), Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga grup musik Beoga, memutuskan untuk hengkang dari tur "The Loop". Langkah berani ini mereka ambil sebagai bentuk protes dan dukungan moral kepada Macklemore yang dinilai telah disensor oleh pihak penyelenggara.
Situasi ini tentu menjadi mimpi buruk bagi promotor dan tim produksi, mengingat deretan nama tersebut adalah penampil pembuka yang sangat dinantikan oleh para penggemar di setiap kota yang disinggahi tur tersebut.
Klarifikasi Ed Sheeran: "Itu Keputusan Promotor, Bukan Saya"
Merespons gelombang kritik dan mundurnya para penampil pembuka, Ed Sheeran akhirnya merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya. Pria asal Suffolk, Inggris, ini mengaku sangat prihatin dengan eskalasi konflik yang terjadi, namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki otoritas untuk memecat Macklemore.