Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperketat pengawasan platform digital dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
Sejumlah layanan populer, mulai dari YouTube, X, hingga Telegram, masuk dalam daftar Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang memiliki hasil verifikasi berprofil risiko tinggi bagi anak.
Komdigi menyatakan langkah lanjutan akan dilakukan untuk memastikan platform memenuhi kewajiban pelindungan anak di ruang digital.
Berdasarkan evaluasi hingga 6 September 2026, Komdigi telah menyelesaikan verifikasi terhadap 60 PLF dari 252 PLF yang berasal dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang telah menjalankan proses self-assessment.
Dari 60 PLF yang telah diverifikasi, sebanyak 22 PLF memiliki profil risiko tinggi.
Sebanyak 14 PLF telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sedangkan delapan PLF lainnya telah memperoleh hasil verifikasi dan masih menunggu proses penetapan.
Daftar Platform Berisiko Tinggi
Sebanyak 14 PLF yang telah ditetapkan sebagai layanan berprofil risiko tinggi mencakup Aplikasi Lazada, Situs Web Lazada, Blibli, BMoney, Vidio, Hago App, Pinterest, SnackVideo, X, Sola Mahjong, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, dan Teamfight Tactics Mobile.
Sementara itu, delapan PLF yang telah memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi, tetapi masih dalam proses penetapan, meliputi Apple Podcasts, WeTV, MAXStream TV, Discord, Telegram Messenger, YouTube, Ludo World–Ludo Superstar, dan Crossfire: Legends.
Masuknya sejumlah platform dengan basis pengguna besar ke dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa pelindungan anak menjadi bagian penting dalam evaluasi tata kelola layanan digital, terutama terkait karakteristik fitur, akses pengguna, serta potensi risiko yang dapat dihadapi anak.
