Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penyebaran konten hoaks dan disinformasi menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pola penyebaran informasi palsu kembali meningkat menjelang momentum aksi massa.
>>> Pemkot dan Kejari Kota Bekasi Perkuat Dukungan untuk Olahraga Disabilitas
Menurutnya, konten yang beredar tidak hanya berupa narasi provokatif, tetapi juga memanfaatkan materi lama yang diedarkan ulang dengan konteks berbeda.
"Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
Verifikasi sebelum membagikan agar kita tidak menjadi bagian dari penyebaran disinformasi," kata Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (6/8/2026).
>>> Polisi Selidiki Temuan 995 Senjata dan Barang Terlarang di Sekolah Jakarta Selatan
Pola Penyebaran Hoaks
Komdigi mengidentifikasi sedikitnya sejumlah pola penyebaran hoaks yang kembali muncul menjelang aksi demonstrasi.
Salah satunya ialah penggunaan video demonstrasi lama yang diunggah kembali seolah-olah merupakan kejadian terkini.
Konten semacam ini dinilai berpotensi memicu kepanikan publik karena menghadirkan gambaran situasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
>>> Ukraina Serang Dua Kilang Minyak Terbesar Rusia, Tangki Rusak
Selain itu, beredar pula poster maupun pamflet ajakan demonstrasi yang telah dimanipulasi sehingga seolah berasal dari organisasi mahasiswa atau kelompok masyarakat tertentu.
