Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Minggu (21/6) bertemu dengan pejabat tinggi Iran di resor pegunungan Swiss dekat Danau Lucerne.
Pertemuan yang dijuluki "KTT Danau Lucerne" ini merupakan bagian dari upaya Gedung Putih untuk memperkuat kesepakatan interim yang dicapai kedua pekan lalu guna mengakhiri perang di Iran.
>>> Erdogan Perintahkan Pembicaraan Kembali Buka Seminari Ortodoks di Turki
Vance mengadakan pembicaraan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Mediator dari Pakistan dan Qatar juga hadir dalam pertemuan langsung tersebut.
Fokus Pembicaraan
Pihak AS ingin memastikan Iran berkomitmen pada negosiasi program nuklirnya, di tengah kekhawatiran bahwa program tersebut dapat digunakan untuk tujuan militer.
Iran membantah tuduhan tersebut.
Vance juga mendorong Teheran untuk berkomitmen menjaga keterbukaan Selat Hormuz, jalur air kritis yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.
Namun, konflik yang terus berlangsung di Lebanon antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran mengancam upaya AS untuk mendapatkan konsesi dari Teheran.
Pernyataan Vance
"Pertanyaan di hadapan kita sekarang adalah seberapa banyak lagi yang bisa kita capai bersama? Bisakah kita membuka lembaran baru?"
kata Vance dalam sambutan singkat saat pembicaraan dimulai.
"Bisakah kita mengubah hubungan di Timur Tengah secara permanen, atau kita kembali ke cara lama, yang bukan preferensi kami, tetapi tentu saja bisa terjadi."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan fokus utama Iran dalam negosiasi adalah perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Kesepakatan Interim dan Tantangan
Kesepakatan interim ditandatangani pekan lalu, dan kini negosiator utama AS dan Iran berada dalam sprint 60 hari untuk mencapai kesepakatan tentang detail teknis yang berdampak besar pada ekonomi dunia dan keamanan global.