Banyak pengguna Android mengeluh baterai ponsel cepat habis meski pemakaian harian terbilang normal. Seringkali, penyebabnya bukan baterai rusak, melainkan fitur sistem yang berjalan di balik layar.
Fitur-fitur ini aktif secara default sejak ponsel pertama dinyalakan. Tanpa disadari, mereka terus menguras daya secara konsisten.
>>> Adele Kembali ke Studio Rekaman, Garap Musik Baru di London
Pencarian Wi-Fi dan Bluetooth Terus-Menerus
Banyak orang mengira mematikan tombol Wi-Fi atau Bluetooth menghentikan pemindaian. Faktanya, Android memiliki pengaturan tersembunyi yang tetap memindai jaringan untuk akurasi lokasi.
Cara mengatasinya: masuk ke Pengaturan > Lokasi > Layanan Lokasi, lalu matikan opsi Pemindaian Wi-Fi dan Pemindaian Bluetooth.
Sinkronisasi Data Latar Belakang
Fitur auto-sync memudahkan pembaruan akun Google, media sosial, atau cloud. Namun, sinkronisasi puluhan aplikasi setiap beberapa menit menyerap banyak daya.
Cara mengatasinya: periksa menu Akun di pengaturan, pilih aplikasi yang tidak krusial, dan nonaktifkan sinkronisasi otomatisnya. Sinkronisasi manual tetap bisa dilakukan.
>>> Alasan Banyak Orang Menyesal Membeli HP dengan RAM Besar
Refresh Rate Layar Terlalu Tinggi
Layar 90Hz atau 120Hz membuat animasi mulus, tetapi menjadi penyedot daya terbesar. Semakin tinggi refresh rate, semakin keras kerja prosesor grafis.
Cara mengatasinya: turunkan refresh rate ke 60Hz melalui menu Tampilan > Kecerahan & Layar saat tidak bermain game. Ini berdampak signifikan pada ketahanan baterai.
Getaran Sistem dan Haptic Feedback
Getaran sistem dan haptic feedback juga menguras baterai. Setiap kali ponsel bergetar, motor getar membutuhkan daya listrik.
>>> Deretan HP Bekas Paling Diburu di Tahun 2026
Cara mengatasinya: nonaktifkan getaran untuk panggilan, notifikasi, dan sentuhan di menu Suara & Getaran. Haptic feedback juga bisa dimatikan di pengaturan keyboard.