Netlist Inc. kembali menggugat Samsung Electronics atas dugaan pelanggaran paten terkait teknologi memori berkinerja tinggi yang digunakan untuk server kecerdasan buatan (AI).
Gugatan diajukan di Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) dan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Texas.
>>> Bocoran Renders Samsung Galaxy Watch9 dan Detail Baru Galaxy Watch Ultra 2
Netlist menuduh produk memori bandwidth tinggi (HBM) dan DDR5 Samsung melanggar dua paten miliknya.
Paten pertama (No. 12.646.537) mencakup inovasi dalam menumpuk chip memori menggunakan through-silicon vias (TSV), yang memungkinkan kinerja lebih tinggi dalam kemasan memori yang padat.
Paten kedua (No. 12.650.937) terkait teknologi register clock driver (RCD) yang penting untuk modul memori DDR5 seperti RDIMM dan MRDIMM agar berjalan stabil pada kecepatan tinggi.
Komponen-komponen ini sangat dibutuhkan oleh akselerator AI dan server kelas atas saat ini.
Dalam kasus ITC, Netlist juga menyebut sejumlah perusahaan besar yang menggunakan memori Samsung, termasuk Google, Nvidia, Supermicro, dan Broadcom.
Produk yang disebut antara lain TPU Google, GPU Blackwell dan Rubin milik Nvidia, serta berbagai server Supermicro.
Netlist mendesak larangan impor dan perintah penghentian, yang jika dikabulkan dapat memblokir produk-produk tersebut dari pasar AS dan mengganggu rantai pasokan perangkat keras AI.
Sengketa paten antara kedua perusahaan bukanlah hal baru.
>>> Bocoran Warna dan Opsi Penyimpanan Samsung Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8
Netlist, perusahaan asal California yang fokus pada modul memori dan penyimpanan, sebelumnya memiliki perjanjian lisensi dengan Samsung pada 2015.
Hubungan mereka memburuk sekitar tahun 2020 dan sejak itu terjadi pertarungan hukum yang panjang.
Samsung telah kalah dalam dua putusan juri di Texas: US$303 juta pada 2023 dan US$118 juta pada akhir 2024 karena pelanggaran paten memori Netlist lainnya.
Bisnis memori Samsung menjadi salah satu titik cerah belakangan ini berkat permintaan besar HBM untuk pelatihan dan inferensi AI.
CEO Netlist, C. K.
Hong, mengatakan gugatan ini diperlukan untuk melindungi inovasi perusahaan di bidang memori server AI.
Samsung menyatakan produknya mematuhi hukum dan akan membela diri dengan keras.
>>> Meta Luncurkan Kacamata Pintar Terjangkau Mulai Rp4,8 Juta
ITC cenderung bergerak lebih cepat daripada pengadilan biasa, sehingga keputusan awal yang berdampak komersial dapat muncul dalam beberapa bulan ke depan.
