unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Perjalanan Stabil Pianis Cho Seong-jin Menuju Kehebatan Musik

Perjalanan Stabil Pianis Cho Seong-jin Menuju Kehebatan Musik

Perjalanan Stabil Pianis Cho Seong-jin Menuju Kehebatan Musik
Ilustrasi: Perjalanan Stabil Pianis Cho Seong-jin Menuju Kehebatan Musik
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Di panggung musik klasik Korea, nama Cho Seong-jin telah menjadi merek tersendiri.

Semasa usianya masih 20-an, ia berhasil meraih tiga penghargaan musik klasik paling bergengsi di Korea: Samsung Ho-Am Prize in the Arts, Grand Prize di Daewon Music Awards, dan Kumho Musician Award.

>>> Busan Gunakan K-pop untuk Tarik Mahasiswa Asing Tinggal Setelah Lulus

alt top

Secara internasional, Cho telah memantapkan diri sebagai salah satu pianis paling dicari di generasinya.

Pada musim 2024–25, ia menjabat sebagai artist-in-residence bersama Berlin Philharmonic, dan pada 2025–26 terpilih sebagai Artist Portrait London Symphony Orchestra.

Penghargaan Opus Klassik Award 2025 di Jerman hampir terasa terlambat mengingat reputasi yang telah ia bangun di Eropa.

alt mid

Pada Juli mendatang, Cho akan kembali ke panggung sebagai in-house artist di Lotte Concert Hall, menampilkan resital solo dan pertunjukan kamar.

Ia juga dijadwalkan tampil bersama anggota Berlin Philharmonic, termasuk pemain biola Park Kyung-min.

Penonton di berbagai kota seperti Busan, Bucheon, Hwaseong, dan Sejong akan memiliki kesempatan mendengarnya dalam berbagai program.

Anak Pemalu yang Mulai Bermain Piano agar Tidak Sendiri

Saat ini Cho identik dengan musik kelas dunia, tetapi awal mulanya sangat sederhana.

Ia sering menggambarkan dirinya sebagai anak pemalu dan introvert, yang pertama kali bermain piano "agar tidak sendirian."

Apa yang dimulai sebagai hobi menjadi serius sekitar usia 10 tahun.

Menyaksikan Rafał Blechacz memenangi Kompetisi Chopin Internasional pada 2005 menginspirasi Cho untuk bermimpi berdiri di panggung yang sama.

Kemenangannya di Kompetisi Piano Internasional Hamamatsu 2009, hadiah ketiga di Kompetisi Internasional Tchaikovsky 2011, dan hadiah ketiga di Kompetisi Piano Internasional Arthur Rubinstein 2014 adalah pencapaian luar biasa.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru