Israel menginvasi Lebanon dan memperluas kendalinya. Lebih dari 4.000 orang di Lebanon tewas dalam serangan Israel sejak Maret.
Setidaknya 37 tentara Israel tewas di Lebanon atau Israel utara selama pertempuran.
>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 900, Pencarian Korban Terjebak Diintensifkan
Pejabat Lebanon mengatakan bahwa mengamankan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan adalah prioritas utama dalam negosiasi, sementara pejabat Israel memprioritaskan pelucutan senjata Hizbullah yang didukung Iran.
Pembicaraan antara Israel dan Lebanon terpisah dari kesepakatan sementara yang ditandatangani minggu lalu oleh para pemimpin AS dan Iran untuk mengakhiri pertempuran di Republik Islam tersebut.
Pemerintah Lebanon sebelumnya enggan Iran bernegosiasi atas namanya, dan Lebanon meluncurkan negosiasi langsung dengan Israel setelah pecahnya perang Israel-Hizbullah terbaru.
Hizbullah tidak menjadi bagian dari pembicaraan yang menghasilkan beberapa perjanjian gencatan senjata yang tidak pernah diimplementasikan di lapangan.
Hassan Fadlallah, anggota blok parlemen Hizbullah, menegaskan kembali sikap kelompok itu bahwa mereka menolak negosiasi langsung Lebanon dengan Israel dan tidak akan menyerahkan senjata mereka.
Fadlallah mengatakan otoritas Lebanon tidak akan mampu menegakkan perjanjian yang ditandatangani di Washington kecuali mereka pergi, dengan dukungan AS, ke perang saudara.
Israel Dirikan Zona Percontohan di Lebanon
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjanjian itu bertujuan untuk mencapai penarikan Israel dari seluruh wilayah Lebanon, memulihkan kedaulatan negara, dan memfasilitasi kembalinya warga negaranya.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan kepada delegasi parlemen Inggris pada Rabu bahwa proposal untuk 'zona percontohan' di mana tentara Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut saat pasukan Israel mundur sedang dibahas menunggu persetujuan dari pihak Israel.
Negosiasi langsung Israel dengan Lebanon mencakup diskusi tentang penempatan kembali pasukan Israel setelah Lebanon selatan dibersihkan dari infrastruktur Hizbullah dan Hizbullah telah dilucuti, kata seorang pejabat Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah video pada Jumat bahwa kerangka kerja itu adalah 'prestasi besar' bagi Israel.
Netanyahu mengatakan Israel tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan dan akan mempertahankannya selama Hizbullah belum dilucuti dan terus menjadi ancaman.
>>> Peringatan Rudal di Dubai Ternyata Alarm Palsu, Warga Diminta Abaikan
Ia mengatakan Israel mengizinkan tentara Lebanon mulai bersiap mengambil alih wilayah, sementara militer Israel mendirikan dua zona percontohan.