Iran pada Sabtu mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.
Teheran memperingatkan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat di Swiss tidak akan membuahkan hasil jika pertempuran tidak segera dihentikan.
>>> Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Tuduh Serangan Israel di Lebanon
Mediator utama Pakistan mengatakan pembicaraan tingkat teknis akan dimulai Minggu di Swiss, dengan mediator Qatar juga turut serta.
Penutupan Selat Hormuz dan Respons AS
Komando militer gabungan Iran menyatakan selat ditutup karena AS dinilai melanggar komitmen dengan tidak mengakhiri perang.
AS membantah klaim Iran.
Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz dan lalu lintas kapal tetap berjalan.
Militer AS melaporkan 55 kapal dagang melintas pada Sabtu dengan membawa lebih dari 17 juta barel minyak.
Tim Negosiasi Iran Berangkat ke Swiss
Penyiar negara Iran mengumumkan tim negosiasi berangkat ke Swiss, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta pejabat bank sentral dan minyak.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan negosiasi menuju kesepakatan final hanya akan dimulai jika komitmen utama dipenuhi.
Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi negosiator utama Jared Kushner dan Steve Witkoff sudah berada di Swiss untuk membahas detail teknis program nuklir Iran.
Kesepakatan sementara memberikan waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir, yang dapat diperpanjang.
>>> Militer AS Waspada Setelah Iran Tutup Selat Hormuz
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang
Serangan Israel di Lebanon selatan pada Sabtu menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak.
Tujuh orang terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan di kota Nabatiyeh dan desa-desa sekitarnya, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.