Komando militer gabungan Iran pada Sabtu mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup.
Keputusan ini diambil dengan alasan serangan Israel di Lebanon dan apa yang disebut sebagai "itikad buruk" Amerika Serikat yang gagal mengakhiri perang.
>>> Militer AS Waspada Setelah Iran Tutup Selat Hormuz
Pernyataan yang disiarkan televisi negara itu juga memperingatkan bahwa "jika agresi berlanjut, langkah-langkah selanjutnya telah direncanakan."
Sebelumnya, kapal-kapal sudah mulai melintasi selat tersebut setelah kesepakatan sementara AS-Iran ditandatangani awal pekan ini.
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang
Serangan Israel di Lebanon selatan pada Sabtu menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak. Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah laporan tentang kesepakatan gencatan senjata muncul.
Badan Berita Nasional Lebanon melaporkan tujuh orang masih terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan menghantam kota Nabatiyeh dan desa-desa sekitarnya.
Para mediator berupaya menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah Lebanon.
Pertempuran sengit pada Jumat menewaskan sedikitnya 47 orang di Lebanon dan empat tentara Israel.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan Hizbullah telah menembakkan lebih dari 50 proyektil ke pasukan Israel di Lebanon selatan semalaman.
Gencatan Senjata Terancam
Hizbullah menyatakan telah berkomitmen pada gencatan senjata tetapi menuduh Israel melanggarnya beberapa kali pada Jumat malam.
Kelompok itu mengatakan akan mematuhi gencatan senjata tetapi juga akan menangkis serangan tentara Israel.
Kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani pekan ini telah membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup Iran saat perang berkecamuk.
Kesepakatan itu juga mencakup rencana peluncuran kembali pembicaraan tentang program nuklir Iran.
Baik Israel maupun Hizbullah bukan penandatangan kesepakatan tersebut, yang menyerukan penghentian operasi militer di Lebanon.
