Militer Amerika Serikat menyatakan tetap 'hadir dan waspada' di Selat Hormuz, tak lama setelah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran kritis tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataannya, Sabtu, mengatakan 55 kapal komersial telah melintasi selat itu pada hari yang sama.
>>> Pulang ke Nigeria, Migran Hadapi Masalah Ekonomi yang Sama
Mereka menegaskan bahwa 'pelayaran yang aman melalui perairan internasional tetap terjaga hari ini'.
Pernyataan itu dikeluarkan sekitar pukul 10.30 waktu setempat, sesaat setelah Iran mengumumkan penutupan selat tersebut.
Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon, yang dianggapnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan rapuh dengan AS.
>>> Sambutan Hangat Piala Dunia 2026 Buat Penggemar Jatuh Hati pada AS
Ketegangan baru ini muncul saat negosiator AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss untuk melanjutkan pembahasan implementasi kesepakatan.
Wakil Presiden AS JD Vance, dalam wawancara dengan Fox News sebelum pengumuman Iran, mengatakan ia berencana bepergian ke Swiss dalam beberapa hari ke depan untuk ikut serta dalam negosiasi.
>>> Menlu Italia Batalkan Kunjungan ke AS, Meloni Bantah Klaim Trump
Perusahaan pelacak maritim melaporkan pada Jumat bahwa lalu lintas melalui selat tersebut telah meningkat ke level tersibuk dalam dua bulan terakhir.
