Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Selain ramah lingkungan, mobil listrik juga dinilai lebih efisien dari segi biaya operasional.
Changan Indonesia menilai konsumen kini tidak hanya melihat harga beli, tetapi juga Total Cost of Ownership (TCO).
Biaya penggunaan harian menjadi faktor penting, terutama bagi mereka dengan mobilitas tinggi.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan konsumen mulai memperhitungkan keseluruhan biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.
"Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli. Karena itu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari," ujarnya.
Salah satu model yang ditawarkan adalah Changan Lumin.
Mobil listrik ini memiliki baterai berkapasitas 28,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer berdasarkan pengujian NEDC.
Changan Lumin diklaim memiliki konsumsi energi sekitar 9,3 kWh per 100 kilometer atau setara 10,75 km/kWh.
Dengan asumsi tarif listrik rumah non-subsidi sekitar Rp1.700 per kWh, biaya energi hanya sekitar Rp158 per kilometer.
Untuk pengisian penuh di rumah, biaya yang diperlukan sekitar Rp48.000. Angka ini menunjukkan efisiensi yang signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Dengan biaya operasional yang kompetitif serta dukungan layanan purnajual yang komprehensif, Changan Lumin dan Deepal S07 dapat menjadi solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis untuk jangka panjang.