unique visitors counter
⌂ Beranda › News › WhatsApp Desktop Disusupi Malware, Kaspersky Ungkap Modus Baru Lewat Lampiran
News

WhatsApp Desktop Disusupi Malware, Kaspersky Ungkap Modus Baru Lewat Lampiran

Ilustrasi serangan malware pada WhatsApp Desktop
WhatsApp Bermasalah? Ini Penyebab Notifikasi Terlambat hingga Akun Kena Spam
A A Ukuran Teks16px

Pengguna WhatsApp diminta waspada terhadap lampiran dari kontak yang dikenal. Kaspersky mengungkap kampanye serangan baru yang menyasar WhatsApp Desktop dan WhatsApp Web.

Berbeda dengan phishing biasa, serangan ini berasal dari akun WhatsApp yang telah diretas sebelumnya. Pesan tampak meyakinkan karena dikirim oleh orang yang ada di daftar kontak korban.

Tim Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky menemukan serangan telah menyasar pengguna di Malaysia, Brasil, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.

Malaysia menjadi negara dengan korban terbanyak.

Modus Serangan Lewat Lampiran

Pelaku mengirimkan file yang dikemas menyerupai dokumen penting seperti invoice, laporan rekening bank, bukti pembayaran, atau pemberitahuan utang.

File tersebut sebenarnya berisi VBScript berbahaya yang akan menjalankan perintah otomatis setelah dibuka. Korban yang mengklik file akan mengunduh program tambahan tanpa sadar.

Malware kemudian memasang Remote Access Tool (RAT) pada komputer korban. Pelaku bisa memantau aktivitas, mengambil data, dan menjalankan perintah jarak jauh.

Kaspersky menilai pola ini menunjukkan pelaku tidak hanya mengandalkan email. Aplikasi pesan instan mulai dimanfaatkan karena lebih dipercaya pengguna.

Cara Menghindari Serangan

Jangan langsung membuka lampiran yang datang tiba-tiba, meski dari kontak dikenal. Hindari menjalankan file berekstensi .

vbs, . vbe, .

exe, . bat, .

cmd, . js, atau .

ps1 tanpa verifikasi.

Konfirmasi ke pengirim melalui pesan atau panggilan jika ada dokumen mencurigakan. Gunakan perangkat lunak keamanan yang bisa mendeteksi malware dan selalu perbarui sistem operasi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru