Pemerintah resmi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial mulai tahun 2026.
Perubahan dari sistem DTKS ini membuat banyak keluarga bertanya-tanya apakah mereka masih terdaftar sebagai penerima.
>>> Google Batasi Akses Gemini AI di Meta, Ini Penyebabnya
Kini, masyarakat bisa mengecek status desil secara mandiri melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor dinas sosial. Cukup dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP.
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting?
Desil adalah angka yang menunjukkan posisi kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan seluruh penduduk Indonesia.
Sistem ini membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok, dari desil 1 (miskin ekstrem) hingga desil 10 (paling mampu).
Semakin rendah angka desil, semakin besar peluang mendapatkan bantuan seperti PKH, BPNT, dan PBI-JKN. Desil 1–4 menjadi prioritas utama penerima bansos.
Cara Cek Desil Bansos 2026
Pengecekan bisa dilakukan melalui website resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Berikut langkah-langkahnya.
Melalui website: buka cekbansos. kemensos.
go. id, masukkan NIK dan kode captcha, lalu klik Cari Data.
Hasil akan menampilkan nama, desil, dan status bansos.
Melalui aplikasi: unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store atau App Store, registrasi, lalu masuk ke menu Cek Bansos.
>>> Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Spesifikasi dan Harganya
Masukkan NIK dan tekan Cari Data.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk mengusulkan penerima baru atau memperbarui data yang tidak sesuai.
Tabel Prioritas Penerima Bansos 2026
Berikut rincian desil dan program bansos yang berpeluang diterima:
Desil 1 (miskin ekstrem) sangat prioritas untuk PKH, BPNT, dan PBI-JKN. Desil 2 (miskin) juga sangat prioritas untuk program yang sama.
Desil 3 (hampir miskin) dan desil 4 (rentan miskin) mendapat prioritas tinggi. Desil 5 (menuju menengah) hanya berpeluang untuk PBI-JKN tertentu.
Desil 6–10 tidak diprioritaskan. Perlu diingat, kuota program terbatas sehingga masuk desil rendah bukan jaminan otomatis mendapat bansos.
Penyebab Data Desil Tidak Sesuai
Tidak jarang data desil tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Hal ini bisa disebabkan data kependudukan belum diperbarui, masih dalam proses verifikasi, atau penerima sudah meninggal.
Selain itu, status sebagai ASN/TNI/Polri/pegawai BUMN juga dapat membuat seseorang tidak memenuhi syarat.
>>> Pendaftaran SPMB Surakarta 2026 Dibuka, Ini 4 Jalur dan Kuotanya
Jika data tidak sesuai, masyarakat bisa mengajukan pembaruan melalui desa/kelurahan atau aplikasi Cek Bansos.
