unique visitors counter
⌂ Beranda News Google Batasi Akses Gemini AI di Meta, Ini Penyebabnya

Google Batasi Akses Gemini AI di Meta, Ini Penyebabnya

Google Batasi Akses Gemini AI di Meta, Ini Penyebabnya
Ilustrasi: Google Batasi Akses Gemini AI di Meta, Ini Penyebabnya
A A Ukuran Teks16px

Persaingan kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya soal kecanggihan model, tetapi juga infrastruktur komputasi skala besar. Kondisi ini mulai dirasakan Meta Platforms Inc.

Laporan Financial Times mengungkap Google membatasi penggunaan model AI Gemini oleh Meta karena keterbatasan kapasitas komputasi. Kebijakan ini menandakan lonjakan permintaan AI telah melampaui kemampuan infrastruktur penyedia teknologi.

>>> Pendaftaran SPMB Surakarta 2026 Dibuka, Ini 4 Jalur dan Kuotanya

Pembatasan tersebut berdampak pada sejumlah proyek internal Meta. Perusahaan meminta karyawannya menggunakan token AI lebih efisien agar sumber daya komputasi optimal.

Baik Google maupun Meta memilih tidak berkomentar terkait laporan itu.

Meta Mulai Kurangi Ketergantungan pada Model AI Eksternal

Sebelum pembatasan, Meta bergantung pada Gemini untuk proses otomatis, terutama sistem keamanan platform. Model AI Google dinilai mampu membantu menghapus konten berbahaya, mendeteksi penipuan, dan mempercepat moderasi.

in2

Laporan juga menyebut Gemini sempat menunjukkan performa lebih baik dibandingkan Llama, model AI open-source Meta. Namun, situasi ini mendorong Meta mempercepat penggunaan model internal terbaru, Muse Spark.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada teknologi AI pihak ketiga dan memperkuat ekosistem AI sendiri.

>>> Prediksi Brasil vs Jepang Piala Dunia 2026: Balas Dendam Selecao atau Kejutan Samurai Biru?

Fenomena ini menunjukkan kepemilikan model AI saja belum cukup; infrastruktur komputasi kini menjadi faktor penentu daya saing.

Infrastruktur AI Menjadi Komoditas yang Semakin Langka

Permintaan daya komputasi terus meningkat seiring adopsi AI generatif.

Pusat data membutuhkan ribuan GPU, pasokan listrik besar, dan sistem pendingin berkapasitas tinggi untuk melatih dan menjalankan model AI modern.

Tekanan ini membuat Google mengambil langkah strategis.

>>> Panduan Lengkap PPG 2026: Syarat, Jalur, dan Tunjangan Terbaru

Pada awal Juni, Alphabet dikabarkan menyepakati kerja sama layanan cloud senilai US$30 miliar dengan SpaceX milik Elon Musk, mencakup penyediaan kapasitas komputasi hingga pertengahan 2029.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru