unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Meta: AI dan Kreator Jadi Penggerak Utama Bisnis di Asia Pasifik

Meta: AI dan Kreator Jadi Penggerak Utama Bisnis di Asia Pasifik

Meta: AI dan Kreator Jadi Penggerak Utama Bisnis di Asia Pasifik
A A Ukuran Teks16px

Peran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia bisnis kini memasuki fase baru. Perusahaan mulai menggunakannya sebagai bagian dari operasional sehari-hari, bukan sekadar eksperimen.

Perubahan tersebut terlihat jelas di kawasan Asia Pasifik. Meta melihat AI, kreator, dan perdagangan berbasis media sosial semakin terhubung dalam satu ekosistem.

>>> HP Rp3 Jutaan Paling Ngebut untuk Emulator PS2, Cek Daftarnya

Ekosistem itu mendorong konsumen dari tahap menemukan produk hingga melakukan pembelian.

Hal ini disampaikan Benjamin Joe, Vice President Asia Pacific Meta, dalam pemaparan pers regional pada 13 Agustus 2026.

Menurutnya, karakter konsumen Asia Pasifik membuat kawasan ini menjadi pasar penting untuk pengembangan berbagai fitur Meta. Salah satu perubahan terbesar terjadi pada cara konsumen menemukan produk.

Media sosial tidak lagi hanya untuk hiburan atau berinteraksi dengan teman. Kini juga menjadi tempat menemukan produk, melihat rekomendasi kreator, bertanya kepada penjual, hingga melakukan transaksi.

Meta mencatat, sekitar separuh konsumen di Asia Pasifik menemukan sekaligus membeli produk melalui media sosial. Sementara itu, 80 persen konsumen menonton livestream setiap pekan.

Kepercayaan terhadap rekomendasi kreator di kawasan ini juga disebut lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di dunia. Perubahan paling menarik justru terlihat dari cara perusahaan memandang AI.

AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen bagi Pelaku Bisnis

Meta menyebut kliennya kini tidak lagi berfokus pada pertanyaan apakah AI bisa digunakan dalam bisnis. Sebaliknya, pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat teknologi tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh.

>>> Aktor X-Men Nicholas Hoult Jadi Gilderoy Lockhart di Serial HBO

AI mulai digunakan dalam berbagai tahapan, mulai dari perencanaan kampanye, produksi konten, hingga pelayanan pelanggan.

Dengan demikian, teknologi ini perlahan bergeser dari fitur tambahan menjadi bagian dari infrastruktur bisnis.

Meta juga menggunakan teknologi large language model (LLM) untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memprediksi dan menentukan peringkat iklan.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan relevansi iklan sekaligus mendorong konversi di Facebook dan Instagram.

Dari sisi adopsi, sebanyak 9 juta usaha kecil telah menggunakan salah satu perangkat kreatif berbasis AI generatif Meta untuk membuat iklan.

Bahkan, penggunaan fitur pembuatan gambar meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal tersebut.

>>> Rom-com Korea Kembali ke Klise, Akankah Formula Ini Bertahan?

Angka tersebut menunjukkan bahwa AI tidak hanya menjadi permainan perusahaan teknologi besar. Pelaku usaha kecil pun mulai mendapatkan akses terhadap perangkat yang sebelumnya identik dengan perusahaan berskala besar.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot