Seorang mahasiswa manajemen menemukan perusahaan perdagangan elektronik mengalami kenaikan jumlah pengunjung aplikasi, tetapi nilai transaksi dan jumlah pelanggan yang kembali berbelanja justru menurun.
Apakah penyebabnya harga, promosi pesaing, kualitas pelayanan, atau pengalaman menggunakan aplikasi? Tanpa penelitian, jawabannya hanya menjadi dugaan.
Penelitian kuantitatif diperlukan untuk mengukur faktor yang paling berpengaruh, sedangkan penelitian kualitatif membantu memahami alasan pelanggan berpindah ke platform lain.
Ilustrasi tersebut menunjukkan, metodologi penelitian bukan sekadar mata kuliah wajib, persyaratan skripsi, atau rangkaian rumus statistik.
Bagi mahasiswa bisnis dan manajemen, penelitian merupakan latihan mengambil keputusan berdasarkan bukti.
Kemampuan ini dibutuhkan di kampus sekaligus di dunia kerja ketika lulusan harus membaca perilaku konsumen, mengevaluasi kebijakan perusahaan, memetakan perubahan pasar, dan menyusun rekomendasi manajerial.
Kebutuhan menghadirkan panduan penelitian sistematis, praktis, dan relevan dengan perkembangan teknologi melandasi penulisan buku Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis: Konvergensi Teknologi Komunikasi dan Informasi.
Buku ajar edisi kedua ini disusun terutama untuk mendukung perkuliahan Metodologi Penelitian di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, khususnya bidang Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika.
Resume sampul belakang juga menjelaskan, buku ini tidak berhenti teori metodologi.
Pembaca disuguhi contoh-contoh konkret dari penelitian yang telah dilakukan dan ditelaah para ahli, baik dari Universitas Telkom maupun institusi internasional.
Setiap bagian juga dilengkapi latihan agar mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi turut mengembangkan sikap ilmiah dan keterampilan penelitian.
Target akhirnya ialah kemampuan menyusun proposal, melaksanakan penelitian, serta menulis dan mempresentasikan hasilnya.
Buku ini ditulis dua akademisi dengan latar belakang saling melengkapi.
Indrawati merupakan profesor pemasaran digital asal Garut.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di IKIP Bandung, meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, dan memperoleh gelar PhD dari Multimedia University, Malaysia.
Arina Khoirunnisa merupakan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Indonesia dan peraih gelar MBA dari National Quemoy University, Taiwan.
Ia memiliki pengalaman mengajar di Bandung dan Taiwan serta terlibat dalam penelitian mengenai adopsi aplikasi pesan instan dan kesiapan kota pintar.
Arina juga menulis buku tentang kota pintar dan komunikasi pemasaran digital, memublikasikan artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus, dan bekerja di bidang sumber daya manusia pada perusahaan multinasional.
Sistematika Buku
Secara sistematis, buku ini terdiri 14 bab.
Bab I menguraikan fondasi penelitian, etika, karakter peneliti, dan penggunaan AI.
Bab II hingga Bab V membawa mahasiswa dari observasi dan pengumpulan data awal menuju perumusan masalah, penentuan lingkup dan manfaat penelitian, serta pembangunan kerangka teori.
Bab VI sampai Bab IX membahas hipotesis, desain penelitian, operasionalisasi variabel, validitas, dan reliabilitas.
Bab X mengulas populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, ukuran sampel, serta penyiapan data.
Bagian akhir membicarakan analisis kuantitatif, analisis kualitatif, penulisan laporan, dan presentasi hasil penelitian.
Bab XI mengenai metode kuantitatif membantu mahasiswa membaca persoalan bisnis melalui data numerik.
Pembahasannya meliputi teknik statistik serta analisis univariat, bivariat, dan multivariat.
Analisis univariat dapat menggambarkan tingkat kepuasan konsumen, analisis bivariat menguji hubungan promosi dengan keputusan pembelian, sedangkan analisis multivariat menilai pengaruh harga, kualitas layanan, kepercayaan, dan kemudahan aplikasi terhadap loyalitas pelanggan secara bersamaan.
Bab XII melengkapi kemampuan tersebut melalui metode kualitatif.
Jika survei menunjukkan konsumen tidak puas, wawancara mendalam dapat mengungkap aspek layanan yang mengecewakan, proses terbentuknya pengalaman buruk, dan alasan pelanggan memilih pesaing.
Kuantitatif memberi keluasan melalui angka dan pengujian, sedangkan kualitatif menghadirkan kedalaman melalui pengalaman serta pemaknaan.
Keduanya dapat dipadukan untuk menghasilkan rekomendasi bisnis lebih utuh.
Pada akhirnya, pembahasan AI menjadi bagian yang paling dekat dengan kehidupan mahasiswa hari ini.
AI dapat membantu penelusuran literatur, pengelolaan referensi, penyusunan draf, analisis, dan visualisasi data.
Namun, buku ini menegaskan AI hanyalah alat bantu.
Gagasan, argumentasi, interpretasi, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada pada manusia.
Pesan ini penting bagi kampus: pendidikan tinggi tidak cukup menghasilkan mahasiswa yang mahir memakai AI, tetapi harus membentuk peneliti muda yang kritis, jujur, dan mampu mempertanggungjawabkan pengetahuannya.
