Jakarta, CNN Indonesia -- Penonton Avatar: The Last Airbender season 2 ramai memberikan reaksi di media sosial setelah serial tersebut tayang pada 25 Juni di Netflix.
Sejumlah penonton mengkritik perombakan alur cerita dan dialog yang dinilai tidak sesuai dengan versi animasi.
>>> Nothing Ear (3a) Resmi Rilis 7 Juli, Hadir dengan 4 Warna dan Desain Transparan
Pemilihan pemain juga menjadi sorotan. Banyak yang menganggap tim casting gagal memenuhi ekspektasi penggemar.
"Netflix... kalian menghancurkan permata berharga kami.
Avatar adalah salah satu kartun yang paling dicintai, dan kalian merusaknya," tulis salah satu pengguna di media sosial.
"Bagian casting nonton kartunnya enggak sih," tulis pengguna lainnya.
Kekecewaan juga diungkapkan terkait penampilan Thalia Ran sebagai Mai. Aktingnya dinilai kurang mumpuni, terutama dalam adegan aksi.
"Sejujurnya, buat gue pribadi cuma Mai yang mengganggu gue. Acting dia yang pas scene sama Ty Lee berantem sama Suki terutama," tulis seorang pengguna di X.
>>> 5 Rekomendasi Drama China Baru Tayang Juli 2026, dari Road to Success hingga Overdo
Selain itu, perubahan fisik Aang yang diperankan Gordon Cormier juga menuai kritik.
Secara alur, cerita season 1 ke season 2 hanya berselang beberapa minggu, namun Aang terlihat jauh lebih dewasa.
"Netflix butuh waktu lama sekali sampai-sampai Gordon Cormier (Aang) berubah dari anak berusia 12 tahun menjadi remaja 15 tahun dengan suara yang lebih berat dan tubuh yang mengalami lonjakan pertumbuhan," tulis salah satu pengguna.
Meski menuai kritik, beberapa penonton mengakui CGI season 2 cukup bagus dan tetap menantikan season 3.
Avatar: The Last Airbender season 2 menceritakan Aang, Katara, dan Sokka yang memulai misi meyakinkan Raja Bumi untuk membantu melawan Raja Api Ozai.
>>> Teach You a Lesson Kokoh di Puncak Netflix 4 Pekan Beruntun
Serial ini tayang di Netflix pada 25 Juni 2026.