Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I pada Kamis (2/7/2026) di zona hijau dengan penguatan 1,7% ke posisi 5.792.
Meski indeks naik, total transaksi sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari hanya mencapai Rp6,49 triliun dari 13,08 miliar saham yang diperjualbelikan.
>>> SPMB Gunungkidul 2026: Jadwal Terbaru, Jalur, dan Cara Cek Kuota Sekolah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pukul 13:00 WIB justru melemah 0,26% ke level Rp17.995/US$.
Rapuhnya nilai tukar rupiah dipicu oleh risiko penyusutan cadangan devisa akibat kinerja net-ekspor yang melambat.
>>> Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 11 Orang di Kyiv, Rusak Puluhan Bangunan
Kondisi ini diperberat oleh menguatnya dolar AS di pasar global karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Sektor Barang Baku, Perindustrian, dan Transportasi Dorong IHSG
Saham barang baku, perindustrian, dan transportasi menjadi pendorong utama penguatan IHSG, dengan kenaikan masing-masing 3,64%, 3,17%, dan 3,14%.
>>> Osmar Loss: Profil dan Rekam Jejak Pelatih Brasil yang Dirumorkan ke Persib
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 12,6%, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 6,12%.