unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Sutradara 'Marty Supreme' Puji Penampilan Intens Timothée Chalamet

Sutradara 'Marty Supreme' Puji Penampilan Intens Timothée Chalamet

Sutradara 'Marty Supreme' Puji Penampilan Intens Timothée Chalamet
Sutradara 'Marty Supreme' Puji Penampilan Intens Timothée Chalamet
A A Ukuran Teks16px

Josh Safdie, sutradara film komedi olahraga "Marty Supreme," mengungkapkan kekagumannya terhadap aktor Timothée Chalamet.

Dalam konferensi pers online, Kamis, Safdie menyoroti kombinasi unik yang membuat Chalamet sempurna untuk peran utama.

>>> Karier Yoo Ah-in Usai Skandal Narkoba: Pindah Agensi hingga Film Vampir

"Salah satu hal yang menarik saya kepada Timmy adalah intensitasnya, tetapi intensitas itu dilunakkan oleh semacam keabadian muda dan rasa heran seperti anak kecil terhadap dunia," kata Safdie.

Ia juga memuji cara Chalamet menangani perannya dengan sangat serius dan obsesif.

"Marty Supreme" dirilis di bioskop pada Rabu lalu.

Film berlatar tahun 1950-an ini mengikuti perjalanan Marty Mauser, seorang pemuda yang berusaha menjadi juara dunia tenis meja.

Untuk mencapai tujuannya, ia bertanding dalam pertandingan judi bawah tanah dan melakukan trik ala sirkus.

Film Solo Perdana Safdie

Safdie dikenal dengan gaya penyutradaraan khasnya, sebelumnya menyutradarai film seperti "Good Time" (2017) dan "Uncut Gems" (2019) bersama saudaranya Benny Safdie.

>>> Aespa Rilis EP Jepang Perdana "Kiss N Tell" pada 24 Juli

"Marty Supreme" menandai film fitur solo pertamanya.

Safdie menjelaskan bahwa Marty didorong oleh keinginan kuat untuk meninggalkan nama abadi, meskipun masyarakat tidak mengakui hasratnya.

"Saya pikir dia mengejar gagasan tentang kehebatan, dan dia mengejar tempat di keabadian," ujarnya.

Meskipun film ini awalnya terinspirasi oleh kehidupan legenda tenis meja Amerika, Marty Reisman, Safdie menegaskan bahwa ceritanya pada dasarnya adalah karya orisinal.

Ia mengatakan otobiografi Reisman menjadi pintu masuk ke dunia unik olahraga tersebut.

Safdie berharap perjalanan tokoh fiksinya ini dapat diterima oleh penonton lokal.

>>> Sinopsis Elle: Lika-Liku Masa Remaja Elle Woods Sebelum ke Harvard

"Saya pikir akhir ceritanya sangat rumit, karena dalam banyak hal itu adalah akhir yang bahagia, tetapi juga melankolis," pungkasnya.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot