unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kontroversi Film The Assassin(s): Dari Protes hingga Laporan Polisi
Hiburan

Kontroversi Film The Assassin(s): Dari Protes hingga Laporan Polisi

Poster film The Assassin(s) yang menuai kontroversi sejarah
Kontroversi Film The Assassin(s): Dari Protes hingga Laporan Polisi
A A Ukuran Teks16px

Film Korea The Assassin(s) sempat menguasai box office tahun ini, tetapi dominasinya terhenti akibat dugaan distorsi sejarah.

Karya sutradara Hur Jin-ho itu mengangkat kisah nyata upaya pembunuhan mantan Presiden Park Chung-hee pada 1974.

Kontroversi ini tidak hanya memicu kritik tajam, tetapi juga berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

Kronologi Kontroversi

Gelombang protes bermula dari premis film yang seolah menyiratkan adanya konspirasi tingkat tinggi di balik tragedi mematikan tersebut.

Secara historis, insiden penembakan yang menewaskan Ibu Negara Yuk Young-soo didalangi oleh Mun Se-gwang.

Namun, judul film menggunakan bentuk jamak "Assassin(s)" dan sejumlah adegan protagonis mengisyaratkan keterlibatan lembaga negara atau kantor kepresidenan.

Hal ini memicu kemarahan Yayasan Presiden Park Chung-hee yang merilis pernyataan resmi pada Senin (28/9).

Yayasan menuntut permintaan maaf publik dan mendesak penghentian total penayangan film.

Situasi memanas keesokan harinya setelah Lee Jong-bae, mantan anggota dewan dari People Power Party (PPP), resmi melaporkan sutradara dan tim produksi ke Kepolisian Metropolitan Seoul.

Lee menilai film menyajikan adegan yang memunculkan kecurigaan keterlibatan aparat kekuasaan negara pada masa itu.

Akibatnya, penonton beranggapan mantan Presiden Park Chung Hee mungkin terlibat dalam insiden tersebut.

Film ini menggandeng deretan bintang papan atas, termasuk Yoo Hae-jin sebagai detektif, Park Hae-il sebagai jurnalis veteran, Lee Min-ho sebagai reporter, dan Park Jung-min sebagai Mun Se-gwang.

Menanggapi eskalasi dan tekanan politik, Hive Media Corp selaku rumah produksi dan distributor akhirnya buka suara.

Mereka menegaskan The Assassin(s) adalah karya fiksi yang meminjam motif peristiwa 1974 dan direkonstruksi dengan imajinasi sinematik, bukan untuk merevisi sejarah.

Pihak studio juga membantah rumor aliran dana dari investor China dan memastikan seluruh pembiayaan berasal dari modal kreator Korea Selatan.

Di tengah kontroversi, laju komersial The Assassin(s) mulai goyah.

Setelah memimpin selama libur panjang Chuseok, data Dewan Film Korea mencatat film ini anjlok ke posisi kedua pada Senin dengan 67.406 penonton.

Posisi puncak direbut seri penutup waralaba kriminal Tazza: Beelzebub's Song yang meraup 68.913 penonton.

Angka presale tiket The Assassin(s) tertahan di kisaran 11,3 persen dan mengekor di bawah film animasi Jepang, Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru