unique visitors counter
⌂ Beranda News Durian Setara Semangkuk Nasi? Ini Fakta Kalori, Dampak Gula Darah, dan Cara Aman Konsumsi

Durian Setara Semangkuk Nasi? Ini Fakta Kalori, Dampak Gula Darah, dan Cara Aman Konsumsi

Durian Setara Semangkuk Nasi? Ini Fakta Kalori, Dampak Gula Darah, dan Cara Aman Konsumsi
Ilustrasi: Durian Setara Semangkuk Nasi? Ini Fakta Kalori, Dampak Gula Darah, dan Cara Aman Konsumsi
A A Ukuran Teks16px

Durian menjadi buah favorit saat musim panen karena aroma kuat, tekstur lembut, dan rasa manis legit.

Namun, di balik kenikmatannya, durian menyimpan kandungan kalori dan gula yang tidak bisa dianggap remeh.

>>> Purbaya: Dana Investasi di PFII Bisa Biayai Proyek Danantara

Banyak orang mengira durian hanya buah pencuci mulut. Padahal, kandungan energinya cukup tinggi, hampir setara dengan satu porsi nasi.

Kepala Departemen Gizi Xuyen A General Hospital di Ho Chi Minh City, Chau Thi Anh, mengingatkan agar durian dikonsumsi secara bijak.

Hal ini terutama penting bagi yang menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah.

in2

"Satu porsi durian sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan energinya cukup tinggi," jelas Chau.

Kandungan Kalori Durian Hampir Setara Semangkuk Nasi

Dalam setiap 100 gram daging durian atau sekitar satu pongge berukuran sedang, terkandung sekitar 147 kalori.

Jumlah tersebut hampir setara dengan energi dari sekitar 150 gram nasi putih matang atau satu mangkuk nasi.

Selain kalori, durian juga mengandung sekitar 27 gram karbohidrat yang sebagian besar berasal dari gula alami.

>>> PBB: Wabah Ebola Berpotensi Rugikan Kongo US$1 Miliar

Buah ini juga menyumbang sekitar 5,3 gram lemak dan 3,8 gram serat yang memberikan rasa kenyang lebih lama.

Pada varietas berukuran besar seperti Monthong tanpa biji maupun Ri6, satu pongge dapat memiliki berat 150 hingga 200 gram.

Artinya, satu pongge saja bisa memberikan sekitar 220 hingga 290 kalori, bahkan melebihi energi dari satu mangkuk nasi.

Mengapa Durian Bisa Menaikkan Gula Darah?

Meski memiliki indeks glikemik (GI) sekitar 49–55 yang tergolong rendah hingga sedang, durian tetap memiliki beban glikemik yang cukup tinggi.

Penyebabnya adalah kandungan karbohidrat yang relatif besar dalam setiap porsinya.

Saat dikonsumsi berlebihan, glukosa dalam durian dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Kandungan lemaknya membuat proses pencernaan lebih lambat sehingga kadar gula darah bertahan tinggi lebih lama.

Durian juga mengandung fruktosa yang diproses langsung oleh hati. Bila dikonsumsi berlebihan, terutama bersama makanan tinggi lemak lainnya, fruktosa dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati.

>>> Cara Menghitung Nilai Rata-rata Raport Semester 1-5 untuk SNBP 2026

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu perlemakan hati hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru