Profil Sosok Hendi Suprapto Ayah Uswatun Khasanah Korban Mutilasi di Ngawi Ingin Dipertemukan dengan Tersangka: Saya Hanya Ingin Bertanya. Tragedi mutilasi yang menimpa Uswatun Khasanah di Ngawi, Jawa Timur, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Ayah korban, Hendi Suprapto, mengungkapkan satu permintaannya yang sederhana namun penuh makna: ia ingin dipertemukan dengan tersangka, Rohmad Tri Hartanto (RTH). Permintaan ini dilontarkan Hendi dalam upayanya untuk mencari jawaban atas kepergian sang putri.
Hanya Sekali Bertemu Sang Tersangka
Dalam wawancaranya dengan tvOne pada Senin, 27 Januari 2025, Hendi mengungkapkan bahwa dirinya baru satu kali bertemu dengan RTH, yang diduga merupakan suami siri Uswatun. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti status hubungan anaknya dengan tersangka. Hendi menjelaskan bahwa Uswatun memiliki sifat yang cenderung tertutup, terutama dalam hal kehidupan pribadinya.
“Kalau setahu saya itu, saya cuma sekali ketemu dia. Kalau masalah status, saya enggak pernah tahu. Tertutup lah kalau soal asmara,” ujar Hendi.
Permintaan untuk bertemu dengan RTH bukanlah bentuk kemarahan semata, melainkan keinginan mendalam untuk mengenal sosok yang kini menjadi tersangka dalam kasus tragis tersebut.
“Saya cuma ingin tanya jawab saja. Pengen banget ketemu,” tambahnya dengan nada penuh harap.
Kenangan Tentang Uswatun
Hendi juga berbagi cerita tentang Uswatun yang dikenal sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat. Ia menyebut putrinya sebagai tulang punggung keluarga, yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitarnya. Kehilangan Uswatun tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga membuat mereka kehilangan figur yang selama ini menjadi penopang utama.
“Ia itu ceria dan selalu semangat. Kami semua merasa kehilangan,” ungkapnya.
Tersangka Telah Dibekuk
Kasus ini mencapai titik terang setelah tim gabungan dari Polda Jawa Timur berhasil membekuk RTH pada Minggu, 26 Januari 2025. Penangkapan ini memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga korban, meskipun rasa kehilangan yang mereka rasakan tetap tak tergantikan.
Permintaan Hendi untuk bertemu dengan tersangka menjadi harapan yang penuh emosi. Ia berharap dapat berbicara langsung dengan RTH untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang membebani pikirannya sejak kasus ini mencuat.
Tragedi yang Membekas
Kasus mutilasi ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga menyentuh hati masyarakat luas. Banyak pihak berharap bahwa keadilan dapat ditegakkan, dan keluarga korban bisa mendapatkan ketenangan.
Harapan Hendi untuk bertemu dengan RTH adalah cerminan dari seorang ayah yang kehilangan anaknya dalam cara yang begitu tragis. Keinginan sederhana itu menjadi langkah kecil bagi dirinya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Kita semua berharap agar proses hukum berjalan dengan transparan dan adil, sehingga kasus ini dapat memberikan pelajaran penting bagi semua pihak. Sementara itu, keluarga korban memerlukan dukungan dan kekuatan untuk melalui masa-masa sulit ini.***