unique visitors counter
⌂ Beranda News KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi, Bahas Masa Depan NU sebagai Kereta Perdamaian

KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi, Bahas Masa Depan NU sebagai Kereta Perdamaian

KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi, Bahas Masa Depan NU sebagai Kereta Perdamaian
Ilustrasi: KH Marsudi Syuhud Sowan ke Abuya Muhtadi, Bahas Masa Depan NU sebagai Kereta Perdamaian
A A Ukuran Teks16px

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud melakukan silaturahmi kepada ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi Dimyathi, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu menjadi ajang bertukar pandangan mengenai masa depan Nahdlatul Ulama (NU) dan peran strategisnya dalam menjaga persatuan bangsa.

>>> Singapura Kucurkan BLT Rp19,58 Triliun untuk 1,5 Juta Warga

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya NU memperkuat jati diri sebagai organisasi keagamaan yang mengayomi umat dan menjadi perekat kebangsaan.

NU diharapkan mampu menjadi "kereta besar" yang membawa gerbong-gerbong perdamaian, merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

KH Marsudi Syuhud menegaskan bahwa di tengah tantangan sosial, politik, dan global, NU memiliki tanggung jawab moral menghadirkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.

in2

Semangat persatuan, moderasi, dan dakwah yang menyejukkan harus tetap menjadi pijakan utama organisasi.

>>> Uni Eropa Peringatkan Diversifikasi dari China Butuh Dana Besar

Selain itu, pertemuan juga menyoroti pentingnya mengembalikan NU kepada khittahnya sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah yang fokus pada dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan pelayanan sosial.

Dengan kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan para muassis, NU diyakini akan semakin kuat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Abuya Muhtadi Dimyathi, pengasuh pesantren berpengaruh di Banten, menyambut hangat kedatangan KH Marsudi Syuhud.

>>> Cara Daftarkan Anak Keempat dan Mertua Jadi Tanggungan JKN Pekerja

Silaturahmi para ulama seperti ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan nasihat, kebijaksanaan, dan persatuan umat di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot