unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
Ilustrasi: Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
A A Ukuran Teks16px

Setelah seorang pasien meninggal di bangsal hospis, seorang perawat paruh baya yang merawatnya melepas gaun rumah sakit.

Sebelum jenazah disiapkan untuk pemakaman, sang perawat mendandani pasien dengan pakaian yang dipilih sendiri semasa hidup.

>>> Rahasia Awet Muda Han Go-eun: Bekal Makan Siang Buatan Suami

Seorang ibu dengan tiga anak laki-laki mengenakan hanbok sutra yang hanya dipakai sekali — di pernikahan putra sulungnya.

Seorang remaja 17 tahun yang jarang bersekolah memakai seragam SMA yang masih baru.

Seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang tumbuh di bangsal mengenakan gaun merah muda, warna favoritnya.

in2

Seorang bayi 11 bulan yang lahir dengan kanker masa kanak-kanak memakai jeogori yang dibuat untuk pesta ulang tahun pertama yang diadakan lebih awal oleh rumah sakit.

Bagi perawat, ritual ini bukan sekadar mendandani orang mati. Ini tentang mengembalikan sosok manusia di balik pasien.

Park Myung-hee, 56 tahun, adalah perawat dan ketua tim di pusat perawatan paliatif Rumah Sakit Seoul St. Mary, afiliasi Universitas Katolik Korea.

Selama 31 tahun kariernya, ia telah merawat pasien dalam tahap akhir kanker dan hadir pada saat-saat terakhir sekitar 10.000 orang.

"Keluarga yang ditinggalkan akan mengingat seumur hidup gambar terakhir yang mereka lihat dari pasien," kata Park.

"Sebelum mengenakan pakaian pemakaman, saya ingin menunjukkan kepada mereka gambar orang tersebut sebagai manusia biasa."

Itulah mengapa ia terus melakukannya.

Menurutnya, pekerja hospis tidak hanya merawat mereka yang sekarat, tetapi juga keluarga yang harus hidup dengan kenangan perpisahan.

Park menolak gagasan bahwa hospis hanyalah tempat orang pergi untuk mati.

Ia melihatnya sebagai tempat di mana pasien dengan penyakit terminal dapat menjalani hari-hari terakhir mereka sebagai diri sendiri.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot