Bagi pelaku usaha mikro, cara cek penerima BPUM eForm BRI selalu menjadi pertanyaan penting setiap kali ada kabar bantuan pemerintah cair.
Dana Rp1,2 juta bukan angka kecil untuk modal usaha.
Informasi soal BPUM sering simpang siur di media sosial. Ada yang mengklaim masih cair, ada yang bilang sudah berhenti, sehingga banyak UMKM bingung.
Dari pengamatan langsung ke laman resmi eform. bri.
co. id/bpum, situs tersebut belum menampilkan info baru dari pemerintah soal pencairan BPUM.
Beberapa lembaga riset mencatat program hibah ini bersifat situasional, bukan tahunan otomatis.
Memahami cara cek yang benar membuat kita tidak mudah terkena informasi palsu atau tergiur link mencurigakan.
Kita jadi tahu kanal resmi yang harus dipakai dan langkah yang perlu disiapkan jika program dibuka lagi.
Apa Itu BPUM dan eForm BRI?
BPUM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro adalah hibah tunai dari pemerintah untuk pelaku usaha mikro tanpa kewajiban dikembalikan.
eForm BRI adalah portal digital milik Bank Rakyat Indonesia untuk mengecek status penerima dan reservasi pencairan.
Program ini pertama kali digulirkan tahun 2020 sebagai respons dampak ekonomi pandemi. BRI menjadi salah satu bank penyalur utama bersama BNI.
Status Terbaru BPUM 2026: Masih Aktif atau Sudah Berhenti?
Sampai pertengahan 2026, belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM soal pembukaan gelombang baru BPUM secara nasional.
Laman eform. bri.
co. id/bpum masih menampilkan notifikasi bahwa belum ada arahan lanjutan dari pemerintah.
Banyak artikel di internet mengklaim BPUM diperpanjang hingga Desember 2026 dengan kutipan pejabat tertentu. Klaim tersebut perlu diwaspadai karena beberapa tidak bisa ditelusuri sumber resminya.
Program bantuan tunai untuk usaha mikro bersifat situasional, tergantung anggaran dan kebijakan tahun berjalan. Sumber paling akurat adalah situs resmi kemenkopukm.
go. id, akun media sosial resmi Kemenkop UKM, atau laman eform.
bri. co.
id.
Syarat Menjadi Penerima BPUM
Syarat penerima BPUM ditujukan untuk pelaku usaha mikro yang belum menerima fasilitas kredit dari bank dan bukan aparatur negara.
Berikut kriteria yang biasa dipakai:
Warga Negara Indonesia dengan e-KTP aktif, memiliki usaha mikro yang dibuktikan lewat NIB atau Surat Keterangan Usaha, bukan anggota TNI, Polri, ASN, karyawan BUMN, atau BUMD, tidak sedang menerima KUR atau pinjaman perbankan lain, dan belum pernah menerima BPUM di periode sebelumnya.
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, sistem otomatis menolak pengajuan meski sudah didaftarkan oleh Dinas Koperasi setempat.
Cara Cek Penerima BPUM Lewat eForm BRI
Pengecekan status BPUM lewat eForm BRI dilakukan dengan memasukkan nomor e-KTP dan kode verifikasi pada laman eform. bri.
co. id/bpum, lalu klik proses inquiry.
Hasilnya langsung muncul di layar.
Ikuti langkah berikut: buka browser dan kunjungi eform. bri.
co.
id/bpum, pastikan alamat situs benar, masukkan NIK sesuai e-KTP, isi kode verifikasi, klik tombol "Proses Inquiry", tunggu beberapa detik hingga status muncul, lalu screenshot atau catat hasilnya.
Jika muncul keterangan "NIK terdaftar sebagai penerima BPUM", biasanya akan diarahkan ke halaman reservasi pencairan di unit kerja BRI terdekat.
Jika muncul "tidak terdaftar", artinya NIK belum masuk basis data penerima pada periode tersebut.
Langkah Setelah Dinyatakan Terdaftar
Setelah NIK dinyatakan terdaftar, langkah selanjutnya adalah melakukan reservasi pencairan di unit kerja BRI sesuai jadwal yang tersedia di sistem.
Proses ini membutuhkan dokumen fisik sebagai validasi.
Siapkan e-KTP asli dan fotokopi, Kartu Keluarga sebagai dokumen pendukung, nomor referensi hasil reservasi online, dan datang sesuai jadwal antrean yang dipilih.
Jika jadwal terlewat, harus mengulang reservasi dari awal.
Tips Menghindari Penipuan Mengatasnamakan BPUM
Modus penipuan berkedok BPUM biasanya menyasar korban lewat link palsu yang mirip domain resmi, lalu meminta kode OTP atau transfer sejumlah uang sebagai syarat pencairan.
Tidak ada proses resmi BPUM yang memungut biaya.
Ciri penipuan yang wajib dikenali: link dengan ejaan mirip tapi bukan eform. bri.
co.
id resmi, permintaan kode OTP, PIN ATM, atau nomor kartu lewat chat pribadi, iming-iming pencairan dipercepat asal transfer uang, dan kontak mengaku petugas bank.