Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas mendorong kilang-kilang minyak di Asia untuk kembali melirik minyak mentah AS.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz nyaris terhenti akibat eskalasi konflik, mengancam pasokan minyak dari Timur Tengah.
Setidaknya tiga eksekutif yang terlibat dalam penjualan minyak AS dan pengadaan untuk pengolah minyak Asia mengatakan negosiasi untuk pembelian kargo spot AS kembali dimulai.
Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara di depan umum.
Meningkatnya minat ini terjadi setelah sempat terhenti akibat gelombang pasokan tertunda dari Timur Tengah yang membanjiri pasar spot.
Kini arus pasokan tersebut terancam karena gencatan senjata tampaknya hampir berakhir.
Serangan terhadap kapal-kapal meningkat dalam beberapa hari terakhir, sementara Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Presiden Donald Trump mengusulkan pengenaan biaya 20% atas barang-barang yang melintasi Selat Hormuz dengan dukungan AS.