"Lah, iya. Gara-gara ketawa ngakak, jadwalnya hilang 40," jelas Gus Miftah, seolah memberikan penekanan pada betapa besarnya dampak insiden tersebut terhadap jadwal ceramah KH Usman Ali.
Reaksi Beragam dari Netizen
Pernyataan Gus Miftah tersebut langsung memicu beragam reaksi dari netizen di media sosial. Banyak di antara mereka yang mengkritik sikap Gus Miftah, menilai bahwa ia seharusnya lebih banyak melakukan introspeksi diri, ketimbang menyalahkan netizen atas insiden tersebut.
“Bukannya intropeksi diri malah seakan nyalahin netizen, kayak gini kok masih ada yang dengerin ceramahnya,” tulis akun Instagram @_eleanor_979 yang mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap komentar Gus Miftah.
Di sisi lain, beberapa netizen menyoroti pernyataan Gus Miftah yang seolah membela diri, padahal banyak yang merasa bahwa yang dipermasalahkan adalah konteks dari tawa tersebut, yang dianggap merendahkan orang lain. “Yah kalau ngakaknya bukan karena merendahkan orang, mungkin juga bakal B aja kali. Lu ngakak disaat lagi rendahin orang, kocak,” tulis akun @dicky_gunawan0801.
Akun @gusriandikevin pun menambahkan, “Ketawa membawa luka.. Lawak banget ini orang masih bisa pembelaan diri. Masalahnya ketawa lu nyakitin hati orang kocak,” yang menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap cara Gus Miftah membela tawa tersebut.
Hukum Tabur Tuai
Salah satu akun Instagram, @dapur.abi3N, bahkan memberikan komentar yang lebih tajam. Ia menilai bahwa kejadian tersebut adalah contoh dari hukum tabur tuai, yakni apa yang kita lakukan, akan kembali pada kita. “Bukan kasihan. Itu namanya hukum tabur tuai ya pak ustadz,” imbuhnya, mengingatkan Gus Miftah bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Dampak Insiden Viral
Unggahan yang berisi video dan komentar Gus Miftah mengenai insiden tersebut langsung mendapatkan perhatian besar di media sosial. Hingga kini, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 8.000 like dan hampir 1.000 komentar dari netizen yang memberikan tanggapan. Beberapa di antaranya mendukung Gus Miftah, namun tak sedikit pula yang mengkritik sikapnya yang dianggap tidak sesuai dengan esensi sebuah ceramah.