Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah memetakan wilayah rawan kebakaran dan kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebutkan bahwa sekitar 25 kecamatan berpotensi mengalami kebakaran. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
>>> Barito Tawar Rp90 Triliun untuk Akuisisi Perusahaan Geothermal Filipina
"Sekitar 25 kecamatan potensi kebakaran.
Baik lahan ilalang, gedung, maupun juga lapak limbah-limbah yang dikoordinir oleh pengusaha limbah," kata Taufik pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kawasan Industri Paling Rentan
Taufik menjelaskan, puluhan kecamatan yang rentan kebakaran umumnya berada di kawasan industri. Contohnya Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Curug, Tigaraksa, dan Cikupa.
"Cuaca saat kemarau ekstrem di musim kemarau ini menyebabkan daerah tersebut menjadi rentan terbakar terutama wilayah-wilayah industri dan pergudangan, serta wilayah yang banyak limbah," ujarnya.
Sementara itu, baru satu kecamatan yang dilaporkan mengalami krisis air bersih, yaitu Kecamatan Curug. BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah tersebut.
>>> Tepis Ancaman AS, Presiden Iran Siap Jaga Tiap Jengkal Wilayah
"Yang baru kelihatan saat ini kekurangan air bersih itu baru di Kecamatan Curug. Dan kita sudah bantu distribusi air bersih di wilayah Curug.
Kita selalu stay petugas-petugas kita dengan armadanya," ungkap Taufik.
BPBD bekerja sama dengan instansi lain untuk menyalurkan air bersih saat terjadi krisis. Koordinasi dilakukan dengan PDAM dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim).
"Apabila ada kekeringan, kita bantu suplai air bersih. Kemudian koordinasi dengan PDAM dan Perkim.
>>> Penghuni Kos di Mampang Ditemukan Tewas, Sempat Keluhkan Sakit
Jadi bukan BPBD sendiri, ada PDAM dan Perkim untuk suplai air apabila tidak bisa ditangani sendiri oleh BPBD," pungkasnya.
