Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan pekan ini, didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berhasil naik ke atas US$79 per barel, sementara minyak Brent ditutup di kisaran US$84 per barel pada Kamis.
>>> Motif 9 Tersangka Aniaya Pendaki Gunung Sibayak hingga Tewas: Fakta dan Kronologi
Kenaikan ini menempatkan harga minyak di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan lebih dari 10%, menghapus sebagian dari penurunan sekitar 30% yang terjadi pada kuartal kedua.
Eskalasi Serangan AS-Iran
Amerika Serikat pada Kamis melancarkan serangan hari kelima berturut-turut terhadap Iran, menyusul serangan sebelumnya yang menghantam sebuah kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama Iran.
>>> 5 HP Kamera Terbaik untuk Content Creator Pemula 2026
Menurut laporan Reuters, Teheran telah meminta kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup jalur Bab el-Mandeb, pintu masuk menuju Laut Merah yang menjadi jalur vital bagi ekspor minyak Arab Saudi, jika infrastruktur kelistrikan Iran menjadi sasaran serangan.
Kekhawatiran terhadap pasokan energi yang melewati Selat Hormuz juga meningkat. Selat tersebut merupakan jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima arus minyak dunia.
>>> BREN Sulit Masuk Indeks Bergengsi, Distribusi Saham Belum Merata
Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan, didorong oleh eskalasi konflik yang mengancam stabilitas pasokan energi global.
