unique visitors counter
⌂ Beranda News Harapan Diplomasi AS-Iran Masih Hidup di Tengah Intensifikasi Pertempuran Selat Hormuz

Harapan Diplomasi AS-Iran Masih Hidup di Tengah Intensifikasi Pertempuran Selat Hormuz

Harapan Diplomasi AS-Iran Masih Hidup di Tengah Intensifikasi Pertempuran Selat Hormuz
Ilustrasi: Harapan Diplomasi AS-Iran Masih Hidup di Tengah Intensifikasi Pertempuran Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz semakin memanas, namun harapan akan solusi diplomatik masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Kamis membantah anggapan bahwa Islamabad telah menghentikan upaya membawa Washington dan Tehran kembali ke meja perundingan.

>>> Rupiah Sentuh Level Rp17.998/US$ di Pasar NDF, Terdongkrak Investasi

Juru bicara Kemenlu Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan bahwa para pihak pada akhirnya harus duduk bersama untuk menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan.

Sinyal dari Para Negosiator

Wakil Presiden AS JD Vance dalam wawancara dengan Joe Rogan mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan terus-menerus membom dan siap untuk berdialog.

Vance menekankan bahwa militer hanyalah salah satu alat, dan diplomasi adalah alat lainnya.

Mediator dari Pakistan, Qatar, dan Mesir terus bekerja untuk melanjutkan perundingan, menurut pejabat regional yang tidak mau disebutkan namanya.

Mereka mencatat bahwa belum ada pihak yang secara resmi menarik diri dari perjanjian gencatan senjata awal yang ditengahi Pakistan bulan lalu.

Upaya Mediasi Pakistan

Andrabi mengakui mediasi antara Iran dan AS semakin sulit, namun upaya perdamaian tetap hidup.

"Itu bisa dikesampingkan, tapi tetap ada," katanya, seraya menambahkan bahwa formula perdamaian akan tersedia ketika para pihak kehabisan logika eskalasi.

Pejabat regional yang terlibat dalam upaya mediasi mengatakan bahwa usaha untuk menyelamatkan kesepakatan terus berlanjut pekan ini.

Mereka mengakui bahwa proses negosiasi 60 hari yang tertuang dalam kesepakatan sementara telah terhenti, namun mediator terus membujuk kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Poin Sengketa: Selat Hormuz

Poin utama sengketa adalah pengelolaan Selat Hormuz, jalur pengiriman energi penting yang menjadi sumber pengaruh terbesar Tehran.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot