Bahasa dalam kesepakatan sementara masih samar.
Iran mengklaim memiliki wewenang mengatur transit pengiriman melalui selat, sementara AS mengatakan jalur air itu harus terbuka untuk lalu lintas bebas.
Vance mengakui bahwa diplomasi mungkin pada akhirnya menjadi satu-satunya jalan ke depan.
"Saya sangat frustrasi dengan orang Amerika dan orang-orang di negara lain yang berkata, 'Anda tidak bisa bernegosiasi dengan Iran,'" kata wakil presiden itu.
>>> Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026 Online via Cek Bansos
"Lalu apa usulan Anda untuk menghentikan orang menembaki kapal di Selat Hormuz?"
Ancaman Trump dan Respons Iran
Pertempuran kembali pecah karena ketidakmauan Iran mengizinkan kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintas bebas melalui Selat Hormuz.
Iran secara efektif mencekik arus perdagangan dengan menyerang kapal komersial yang mengabaikan aturannya, mengganggu pasar energi dunia dan menaikkan harga.
Ditanya apakah masih terbuka untuk negosiasi, Trump mengulangi ancaman sebelumnya bahwa Iran harus kembali ke meja perundingan untuk menghindari serangan AS pada infrastruktur sipil.
Namun presiden dari Partai Republik itu mengatakan tidak akan memberikan batas waktu. "Saya tidak suka memberikan tenggat waktu, tapi mereka cukup tahu," kata Trump di Pennsylvania pada Rabu.
Ketua parlemen Iran dan negosiator utama, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan negaranya tidak menyatakan kesepakatan sementara bulan lalu batal.
Namun komitmen Iran tergantung pada implementasi berkelanjutan oleh AS. Jika Washington gagal memenuhi kewajibannya, Iran tidak punya alasan untuk terikat, katanya.
Kesepakatan awal 17 Juni menyerukan penghentian permusuhan permanen dan pembukaan kembali selat, serta memulai negosiasi 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir tentang masa depan program nuklir Iran.
Qalibaf juga mengisyaratkan bahwa Iran tidak berniat menutup Selat Hormuz selamanya. Tujuan Tehran adalah mempertahankan apa yang disebutnya 'pengaturan Iran' yang mengatur navigasi melalui jalur air itu.
