unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Perluas Serangan ke Iran Utara, Lumpuhkan Kapal yang Coba Bobol Blokade

AS Perluas Serangan ke Iran Utara, Lumpuhkan Kapal yang Coba Bobol Blokade

AS Perluas Serangan ke Iran Utara, Lumpuhkan Kapal yang Coba Bobol Blokade
Ilustrasi: AS Perluas Serangan ke Iran Utara, Lumpuhkan Kapal yang Coba Bobol Blokade
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran pada Kamis dini hari, dengan menyasar target di wilayah utara yang sebelumnya tidak terjangkau.

Dalam operasi tersebut, militer AS melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Curacao yang dituduh mencoba menerobos blokade laut menuju Pulau Kharg.

>>> TSMC Tambah Investasi US$100 Miliar untuk Ekspansi Pabrik di AS

Komando Pusat AS menyatakan kapal Belma dihantam rudal Hellfire setelah mengabaikan peringatan berulang.

Iran Balas dengan Serangan Rudal dan Drone

Sebagai balasan, Iran meluncurkan puluhan rudal dan drone yang menargetkan Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebelum fajar.

Yordania mengaku berhasil menembak jatuh tiga rudal Iran, sementara Bahrain dan Kuwait mengaktifkan peringatan serangan rudal.

Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 35 orang dan melukai 300 lainnya di Iran, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour.

Selat Hormuz Kembali Jadi Pusat Ketegangan

Pertempuran terbaru berfokus pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima perdagangan minyak dan gas dunia saat damai.

>>> Iran Diduga Retas Jaringan Seluler untuk Lacak Personel AS di Timur Tengah

Iran menutup selat tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari, mendorong harga minyak melonjak dan memberi Iran pengaruh besar dalam negosiasi.

AS telah berupaya membuka kembali selat itu, namun belum berhasil. Presiden Trump kembali memberlakukan blokade laut pada Rabu.

Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menyebut kendali atas Selat Hormuz sebagai "prestasi yang sangat berharga."

Sementara itu, harga minyak Brent diperdagangkan di atas $85 per barel, naik 15% sejak sebelum perang, namun masih di bawah puncak $120.

>>> Dua Kapal Karam di Myanmar, 500 Pengungsi Rohingya Diduga Tewas

Analis IMF memperingatkan bahwa kelebihan pasokan minyak telah habis, dan dunia akan rentan terhadap guncangan berikutnya.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot