Konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak lagi terbatas pada serangan rudal dan operasi militer. Kini, persaingan kedua negara juga merambah ke ranah teknologi.
Iran atau sekutunya diduga meretas jaringan seluler di sejumlah negara Timur Tengah untuk melacak lokasi personel militer dan kontraktor AS.
>>> WNA Singapura Inisial MZ Diduga Bunuh Pacar di Kos Denpasar Bali
Hal ini diungkapkan dalam laporan Financial Times yang dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Temuan tersebut didasarkan pada data proyek riset Mobile Surveillance Monitor serta keterangan sejumlah pihak yang mengetahui operasi tersebut.
Sebelumnya, anggota parlemen AS telah memperingatkan adanya celah keamanan pada sistem roaming operator seluler dan teknologi periklanan digital.
>>> Enam Terduga Pelaku Tawuran di Cimanggis Ditangkap, Polisi Sita Empat Sajam
Celah ini berpotensi dimanfaatkan untuk melacak lokasi pengguna.
Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan bahwa pejabat negara-negara Teluk menduga Iran atau kelompok yang berafiliasi dengannya memanfaatkan perjanjian roaming dengan operator telekomunikasi lokal.
>>> Israel Tegaskan Akan Pertahankan Pasukan di Zona Keamanan Lebanon, Suriah, Gaza
Tujuannya adalah untuk mengetahui lokasi personel militer AS.
