unique visitors counter
⌂ Beranda News Israel Tegaskan Akan Pertahankan Pasukan di Zona Keamanan Lebanon, Suriah, Gaza

Israel Tegaskan Akan Pertahankan Pasukan di Zona Keamanan Lebanon, Suriah, Gaza

Israel Tegaskan Akan Pertahankan Pasukan di Zona Keamanan Lebanon, Suriah, Gaza
Ilustrasi: Israel Tegaskan Akan Pertahankan Pasukan di Zona Keamanan Lebanon, Suriah, Gaza
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan kepada mitranya dari Amerika Serikat, Pete Hegseth, bahwa Israel bertekad mempertahankan pasukannya di zona keamanan yang telah dibentuk di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Katz dalam percakapan telepon dengan Hegseth pada Kamis dini hari, menurut pernyataan resmi dari kantor Katz.

>>> Usai Ayam Goreng di Korea, CEO Nvidia Bersulang Sate Babi di Jepang

Katz menekankan bahwa kehadiran militer Israel di zona tersebut bertujuan melindungi perbatasan dan komunitas di dekat perbatasan dari ancaman kelompok jihad.

"Kami tidak pernah meminta Amerika Serikat bertindak untuk kami di sepanjang perbatasan kami," kata Katz.

Latar Belakang Zona Keamanan

Pernyataan Katz muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon.

Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa penempatan Israel memicu ketegangan di Suriah.

"Mereka tidak ingin kalian di sana. Kalian harus memindahkan pasukan," kata Trump kepada Netanyahu, seperti dilaporkan Axios.

Setelah penggulingan penguasa lama Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel mengirim pasukan ke zona penyangga yang dijaga PBB yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

>>> Bahlil: Manfaat Fiskal Langsung Proyek LNG Masela Capai Rp115 T

Israel juga melakukan serangan berulang ke wilayah Suriah sejak saat itu, serta pemboman, dan menyatakan ingin membentuk zona demiliterisasi di selatan Suriah.

Di Lebanon, pasukan Israel tetap ditempatkan di zona keamanan yang membentang sekitar 10 kilometer ke wilayah Lebanon.

Lebanon dan Israel, yang tidak memiliki hubungan diplomatik, tengah melakukan perundingan untuk mengakhiri permusuhan setelah kelompok militan Hizbullah menyerang Israel pada Maret lalu.

Putaran kelima perundingan berlangsung di Roma pada Rabu.

Negosiasi yang dimediasi AS bertujuan agar pasukan Israel secara bertahap mundur dari Lebanon, dimulai dari dua zona percontohan di luar zona keamanan.

>>> ESDM: Minyak Rusia Impor Bakal Dicampur Jadi 'Indonesia Blend'

Di Gaza, militer Israel menguasai 60 persen wilayah dan hadir di seluruh perimeter luar sepanjang perbatasan dengan Israel dan Mesir.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot