Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Kamis (16/7), menandai hari kelima berturut-turut aksi militer tersebut.
Konflik di Timur Tengah terus meningkat dan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz—jalur energi paling vital dunia—semakin lesu.
>>> Motif 9 Tersangka Aniaya Pendaki Gunung Sibayak hingga Tewas: Fakta dan Kronologi
Serangan terbaru AS dimulai pukul 14.00 waktu Timur AS (ET), menurut Komando Pusat AS (CENTCOM). Sasaran serangan adalah untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran.
Serangan ini menyusul aksi sebelumnya yang menghantam sebuah kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama Iran.
Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania.
>>> 5 HP Kamera Terbaik untuk Content Creator Pemula 2026
Angkatan Bersenjata Kuwait mengaku berhasil mencegat 32 drone serang Iran yang menargetkan infrastruktur vital. Namun, puing-puing drone yang jatuh menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman.
Harga minyak mentah AS (WTI) ditutup turun sekitar 1% ke kisaran US$79 per barel.
Sementara minyak Brent melemah sekitar 1% dan berakhir di sekitar US$84 per barel.
>>> BREN Sulit Masuk Indeks Bergengsi, Distribusi Saham Belum Merata
Meski turun, kedua acuan harga minyak tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang pekan ini akibat kembali memanasnya konflik.

