Christopher Nolan mengaku menggunakan pendekatan berbeda saat mengadaptasi kisah epos klasik Odyssey untuk film terbarunya.
Ia ingin cerita ribuan tahun itu terasa segar dan lebih dekat dengan masyarakat modern.
>>> Infinix Note 60 Pro Kini Hadir dengan Dua Warna Baru Premium
Hasilnya, ia sukses menggapai tujuan tersebut dalam film berdurasi tiga jam kurang dua menit ini.
Naskah Lebih Linear dan Manusiawi
Mengadaptasi karya sastra Yunani Kuno dengan bahasa dan nalar yang jauh berbeda dari komunikasi modern bukan hal mudah.
Namun Nolan berhasil melewati tantangan itu tanpa kehilangan kemegahan dan kolosal kisah perjuangan prajurit Yunani Kuno.
Nolan juga membawakan kisah asli Homer yang brutal dengan lebih manusiawi untuk kadar manusia modern.
Keputusan Nolan menulis naskah lebih linear dibanding karya sebelumnya membuat kisah ribuan tahun Homer lebih mudah dimengerti.
Kekurangan pada Aspek Emosional
Meski naskah lebih manusiawi, film ini masih belum mengisi penuh relung emosi seperti ia memuaskan pandangan dan nalar penonton.
Ada sejumlah bagian cerita yang belum berkesan secara emosi, line filosofis yang terasa dibuat-buat, hingga sekuens yang gagal membuahkan momen emosional.
Nolan memberikan ruang cukup bagi setiap tokoh untuk berkembang sehingga mereka bukan pelengkap penderitaan perjalanan Odysseus.
Anne Hathaway sebagai Penelope adalah contoh paling sukses memanfaatkan ruang itu. Aktris peraih Oscar ini mengeksekusi frustrasi, kerinduan, keyakinan, dan keteguhan istri yang ditinggal suami dengan sempurna.
Tanpa banyak dialog berlebihan, Hathaway mampu menyampaikan emosi Penelope melalui ekspresi subtil tapi membekas.
Chemistry Hathaway dan Matt Damon sebagai pasangan suami-istri terasa hangat dan saling mencintai.
Namun kerinduan dan frustrasi seorang istri dibayar Nolan dengan percakapan yang jauh dari kata romantis dan menyentuh.

