unique visitors counter
⌂ Beranda News Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan: Cerah Pagi, Waspada Hujan Lokal Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan: Cerah Pagi, Waspada Hujan Lokal Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan: Cerah Pagi, Waspada Hujan Lokal Sore
Ilustrasi: Prakiraan Cuaca BMKG Akhir Pekan: Cerah Pagi, Waspada Hujan Lokal Sore
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk akhir pekan ini. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi cerah berawan pada pagi hingga siang hari.

Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah titik pada sore dan malam hari.

>>> Andy Burnham Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris, Janjikan Harapan Baru

Kondisi ini terjadi karena Indonesia berada dalam masa peralihan menuju puncak musim kemarau.

Pola cuaca akhir pekan kali ini cukup bersahabat di banyak kota besar. Namun, perubahan cuaca bisa terjadi cukup cepat dalam satu hari.

Prakiraan Cuaca per Wilayah

BMKG mencatat lebih dari separuh wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, hujan skala lokal masih sering muncul karena faktor atmosfer yang labil.

Untuk wilayah Jabodetabek, cuaca diprediksi berawan pada pagi hingga siang, dengan potensi hujan ringan lokal pada sore hingga malam.

Kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 95 persen.

Jawa Timur diprakirakan cerah pada pagi hingga siang, lalu cerah berawan pada sore hingga malam. Kelembapan mencapai 55 hingga 90 persen.

Sumatra bagian selatan cerah berawan pada pagi hingga siang, dengan potensi hujan ringan pada sore hingga malam. Kelembapan berkisar 59 hingga 97 persen.

Banten diprakirakan berawan pada pagi hingga siang, lalu cerah hingga berawan pada sore hingga malam. Kelembapan antara 58 hingga 92 persen.

Papua Barat berawan tebal pada pagi hingga siang, dengan potensi hujan lokal singkat pada sore hingga malam. Kelembapan mencapai 65 hingga 96 persen.

Penyebab Cuaca Berubah Cepat

Cuaca akhir pekan bisa berubah cepat meski sudah musim kemarau karena labilitas atmosfer lokal.

Faktor seperti sirkulasi siklonik, suhu muka laut hangat, dan pemanasan permukaan memicu pertumbuhan awan hujan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot